Mao Bi (baca : Mao Pi) merupakan kaligrafi khas negeri Tiongkok. Bagi seniman kaligrafi, hendaknya juga tahu bahwa sesungguhnya kaligrafi bukan sebuah dominasi sebuah negara maupun agama tertentu. Tidak hanya di negara Arab, kaligrafi rupanya juga merupakan bagian dari hidup kaum terpelajar di negeri tirai bambu.
Seperti halnya kaligrafi Arab yang mempunyai banyak gaya, kaligrafi China juga mengenal berbagai variasi. Satu dengan yang lain mempunyai kerumitan. Di sana ada aliran Xing Shu, Chao Shu, Kai Shu, Li Shu, dan Zhuan Shu.
Meski terlihat mudah, ternyata menyapukan kuas di atas sebuah media tidaklah mudah. Sapuan dalam Kaligrafi China membutuhkan detail. Kadang sapuan tebal kemudian langsung mengecil. Di sinilah letak kerumitannya. Jenis Chao Shu konon memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Penulis sendiri belum pernah mempelajari tentang kaligrafi jenis ini. Maklum, selain tidak mengerti bahasanya, kaligrafi China konon memiliki banyak filosofi.
Media kaligrafi China tergolong sederhana –entah kalau sekarang. Biasanya, kuas dengan tinta hitam dibubuhkan pada kertas berwarna merah atau putih. Orang Tiongkok suka dengan latar belakang merah. Konon, warna itu menjadi memberi makna kemakmuran.
Seperti halnya kaligrafi Arab, kaligrafi China memuat kata-kata bijak dan doa-doa. Kaligafi kerap menghiasi berbagai perayaan-perayaan seperti Imlek.


Discussion
No comments for “Mao Bi, Kaligrafi dari Tiongkok”