// you’re reading...

Kaligrafer

Rikkat Kunt

Rikkat Kunt disebut-sebut sebagai seorang kaligrafer terakhir di Turki, semenjak pelarangan menulis huruf arab pada pemerintahan Kemal Attaturk. Kisahnya ditulis dengan apik dalam sebuah novel La Nuit des Caligraphes yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Serambi sebagai Kaligrafer Terakhir.

Rikkat Kunt adalah seorang wanita yang mencintai kaligrafi. Meski huruf Arab harus berganti dengan huruf-huruf latin –yang konon merupakan simbol modern–, dia tidak peduli. Baginya, huruf Arab memberikan kesenangan tersendiri, huruf Arab bukanlah huruf “kampungan”.

Goenawan Mohamad menulis dalam catatan pinggirnya perihal perempuan ini yang dibingkai apik lewat tulisan berjudul Kaligrafi. Di sana dapat dimengerti: bahwa tulisan bukan hanya sebuah simbol, melainkan juga ideologi. Turki saat itu seperti berada dipersimpangan Eropa atau Islam?

Rikkat Kunt mungkin tidaklah mempunyai tulisan yang memesona layaknya Kaligrafer Hasyim Muhammad. Dia hanyalah seorang seniman yang membela huruf-huruf arab dari kepunahan. Dia diingat karena karyanya yang ikut dipamerkan di Museum Louvre pada 2000. Riwayat hidupnya yang gigih dalam membela kaligrafi patut dicontoh.

Random Posts

Discussion

One comment for “Rikkat Kunt”

  1. [...] Rikkat Kunt, yang disebut-sebut sebagai kaligrafer terakhir Turki, memang seorang kaligrafer wanita. Namun namanya tidak lebih terkenal dari karya-karyanya karena sebuah buku perjalanan yang cukup apik dalam bahasa Perancis: a Nuit des Calligraphes. Buku ini menjadi laris karena perjalanan sang kaligrafer ternyata terhalang oleh penguasa. Rikkat sendiri belum pernah saya jumpai karya-karyanya, apakah juga menggunakan kaligrafi murni? [...]

    Posted by Kaligrafer Wanita | Panduan Kaligrafi | belajar tentang kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah. Termasuk perjalanan para kaligrafer. | November 25, 2008, 03:02

Post a comment