Maafkan saya sebelumnya jika membuat judul posting yang menyinggung.
Ada banyak tujuan ketika seseorang memajang kaligrafi di rumah. Salah satu yang pernah saya temui: kaligrafi sebagai pengusir setan!
Saya tidak mengada-ada.
Suatu kali, sebuah pondok pesantren yang baru dibangun membutuhkan dana. Sang kiai pengelola pondok kemudian mendapatkan ide untuk mengumpulkan dana. “Kalau sekadar mencari sumbangan ke rumah-rumah, itu [...]
Apa yang membedakan rumah seorang muslim dengan yang lainnya? Mungkin secara kasat mata tidak ada bedanya. Misalkan sebuah bangunan di kompleks perumahan, keduanya dibangun dengan model yang sama, lahan yang sama, warna yang sama.
Agak aneh, misalnya, pencari sumbangan dengan mengucapkan “assalamu’alaikum” sekeras-kerasnya pada sebuah rumah, berharap mendapat respons dari dalam. Apalagi kemudian diulang-ulang dengan fasih [...]
Berjudul “Menyiasati Keindahan Yaasiin“, Majalah Tempo edisi minggu ini menurunkan liputannya. Pada rubrik Seni (Rupa) –yang setiap edisi selalu menghadirkan berita seputar kesenian di sekitar kita– itu memang judulnya tampak “menggoda” pembaca. Seperti saya, ketika membolak-balik halaman pinjaman dari teman kantor –maaf saya tidak berlangganan–, begitu terperangah oleh ulah para seniman yang dipamerkan di [...]
Masalah menghias masjid memang diperselisihkan para ulama di masa lalu. Namun perselisihan mereka berangkat dari kenyataan bahwa hiasan itu sangat mahal, karena terbuat dari ukiran kaligrafi dan aksesorisnya yang terbuat dari emas dan perak. Hiasan seperti itu tentu sangat mahal harganya.
Adapun hiasan yang biasa kita lihat di masjid-masjid di sekeliling kita ini, tidak lain hanya [...]