// you’re reading...

Seputar Kaligrafi

Ada Kaligrafi di Penutup Ka’bah

Penutup ka’bah –-atau dalam istilah Arab disebut kiswah– memiliki sejarah panjang sebagaimana berdirinya bangunan berbentuk kubus itu sendiri. Konon, yang pertama kali memberi kiswah adalah Nabi Ismail. Pendapat lain menyebutkan bahwa pemberi kiswah pertama kali adalah As’ad Al-Humairi, penguasa Yaman. Yang pasti, Nabi Muhammad pernah memerintahkan untuk memberi penutup pada ka’bah –dalam bahasa Indonesia biasa ditulis kakbah.

Di internet, banyak sekali artikel-artikel yang menceritakan sejarah ka’bah, sehingga saya tidak perlu lagi membahas lebih jauh. Di sini, saya akan sedikit menyinggung “kealpaan” kita bahwa ada tulisan kaligrafi di sana. [Lihat posting hukum kaligrafi di masjid pada posting sebelumnya] Rupanya, kaligrafi bukanlah sebuah kesia-siaan sebagaimana disinggung pada posting sebelumnya.

Kiswah terdiri dari lima potong kain. Empat potong untuk membungkus sisi-sisi ka’bah sesuai dengan ukuran masing-masing sisi. Sedang sepotong lagi untuk menutup pintu yang berada di salah satu sisi.

Bahan kiswah adalah sutra murni diberi warna hitam, dirajut membentuk angka V. Meski hitam tampak dari luar, kiswah bagian dalam berwarna putih. Hal ini tampak ketika kiswah digulung ke atas pada waktu-waktu tertentu.

Pada sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk sepanjang 45 m dan lebar 90 cm. Sabuk itu berhias dengan ayat-ayat Alquran bergaya tsuluts, bersulam timbul dari benang perak yang disepuh dengan emas. Di sana ada 16 bagian dengan empat bagian pada setiap sisi ka’bah. Di sekeliling tulisan tersebut diberi ornamen-ornamen khas Islam.

Salah satu kalimat yang tertera dalam sulaman kiswah adalah kalimah syahadat, Allah Jalla Jalallah, La ilaha illallah, dan Muhammad Rasulullah. Ada juga Surat Ali Imran 96, Al-Baqarah 144, surat Al-fatihah, surat Al-Ikhlash, dan kalimat yang mempunyai bentuk hampir senada: “Ya Hannan,” “Ya Mannan,” dan “Ya Dzal Jalali wal Ikram.”

Selain kalimat tauhid, ayat-ayat yang berhubungan dengan haji dan ka’bah, di sana tertulis asma-asma Allah yang dimuliakan. Bagi yang terbiasa dengan tulisan gaya tsuluts, tidak sulit untuk membaca kaligrafi bertumpuk-tumpuk.

Karena terbuat dari lapisan emas, dari kejauhan tulisan kaligrafi yang menghiasinya tampak berkilau diterpa cahaya matahari. Tentu saja tampak indah, meskipun fungsinya sebagai pelindung Baitullah (Rumah Allah) yang dimuliakan.

Pembuatan kiswah dilakukan secara manual seperti membuat kain tenun dan kaligrafinya juga dirajut secara manual. Untuk pembuatan kiswah ini melibatkan lebih dari 250 pekerja. Saking mahalnya, biaya yang dikeluarkan bisa sampai Rp 50 miliar!

Baca Juga:

Random Posts

Discussion

No comments for “Ada Kaligrafi di Penutup Ka’bah”

Post a comment