// you’re reading...

Seputar Kaligrafi

Kaligrafi Menginspirasi Steve Jobs

Steve Jobs, salah satu pendiri Apple

Steve Jobs, salah satu pendiri Apple

Saya agak ke-GR-an membaca judul di atas seolah-olah pendiri Apple yang begitu terkenal itu memiliki hobi yang sama dengan saya: kaligrafi. Meski pun bukan kaligrafi arab seperti yang saya pelajari, rupanya kaligrafi pernah menjadi salah satu riwayat hidup Jobs yang akhirnya memberikan kontribusi besar terhadap tipografi komputer tercantik di dunia: Apple.

Di acara wisuda Stanford University, Jobs memberikan tiga pidato yang merupakan “masa gelap”-nya sebelum menjadi orang sukses. Diceritakan, bahwa dia harus drop out (keluar) dari Reed College –sebuah universitas favorit sekaligus mahal– karena merasa kasihan pada orang tua angkat yang mengadopsinya. Sebelum benar-benar hengkang dari kampus, dia berhasil melihat sisi apa yang paling menarik dari Reed College.

“Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya,” katanya dalam pidato.

Kemudian, Jobs belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. “Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah, dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan!” aku Jobs.

Meskipun dia tidak tahu manfaat kaligrafi saat itu, sepuluh tahun kemudian, baru ia menyadari bahwa keputusannya untuk mengikuti kelas yang dia senangi merupakan keputusan yang bermanfaat. “Ketika kami (Jobs dan temannya) mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik.”

Kaligrafi, rupanya telah menginspirasi Jobs untuk mendesain sebuah komputer terbaik di dunia.

“Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu,” sambungnya.

Kaligrafi memang sebuah seni yang kadang tidak dimengerti kegunaannya. Dalam belajar kaligrafi, saya juga pernah mengalami sebuah tanda tanya seperti itu. Namun cerita Jobs seakan memberi saya harapan agar saya bisa seperti dia.

Ah, apakah bisa?

Posting yang berkaitan

Discussion

2 comments for “Kaligrafi Menginspirasi Steve Jobs”

  1. Wah, saya senang banget bisa ngunjungi panduan kaligrafi. Saya tunggu yang baru… Sukses selalu.

    Posted by Hakim | Desember 4, 2008, 12:52
  2. Insya Allah bisa kang? Kan dari sekian banyak hal yang dapat menarik rizki orang, kaligrafi adalah salah satunya.

    Posted by Abdul Qodir Jaelani | Agustus 12, 2009, 16:06

Post a comment