Bisa membaca tulisan di atas?
“Jelas nggak bisa, lha wong tulisan China gitu.” Mungkin jawaban Anda akan seperti itu.
Namun jangan salah, tulisan di atas adalah kaligrafi bertuliskan “basmalah”.
Bacalah dengan cermat dari pojok kanan atas, ada huruf ba (dengan titik di atas) bergandeng sin. Kemudian disambung mim. Di bawahnya ada lafzul jalalah (الله). Bismillahi (بسم الله )… begitulah cara membaca, kemudian bersambung ke baris kiri: Arrahman (الرحمن) dan Arrahim (الرحيم).
Ditulis oleh kaligrafer asal Tiongkok, Haji Noor Deen (哈吉 努伦丁), pertamakali saya melihatnya terheran-heran. “Ternyata, Kaligrafi Arab ada juga yang bergaya China,” batin saya. Inikah yang disebut khat ash-shini alias kaligafi bergaya tingkok? (Bukan Mao Bi yang ditulis dalam bahasa Mandarin atau bahasa lokal seperti yang saya posting sebelumnya.)
Lahir pada 1963 di Shangdong, sebuah provinsi di Tiongkok timur yang berbatasan dengan Laut Kuning, Haji Noor Deen belajar seni dari kaligrafi Arab pada perguruan tinggi islam di Zhenzhou. Dia ikut kursus yang memungkinkan pelajar Tiongkok untuk belajar kaligrafi Arab. Akhirnya, dia meneliti kebudayaan Islam di Akademi Sains Henan.
Sebagai pelajar Tiongkok muslim pertama, pada 1997 Haji Noor Deen meraih penghargaan dari Mesir di bidang kaligrafi dan diterima sebagai anggota perkumpulan kaligrafi mesir (Association of Egyptian Calligraphy).
Penguasaan dan kejeniusan Haji Noor Deen pada bidang kaligrafi arab sebagai kemampuan uniknya telah mengantarkan pada workshop-workshop dan kuliah tamu di beberapa institusi pendidikan seperti Harvard University, Cambridge University, University of California-Berkley, Massachusetts Institute of Technology, University of Pennsylvania, Tufts University, the Bukhari Institute and the Zaytuna Institute, dan banyak yang lain.
Berikut dua contoh karya Haji Noor Deen yang lain, sebagaimana dipajang di website pribadinya yang menggunakan tiga bahasa; Mandarin, Inggris, dan Arab –yang masih dalam tahap pengembangan:





Discussion
No comments for “Kaligrafi Tiongkok”