// you’re reading...

Alat

Pena Bambu

Pena bambu merupakan alat tulis sederhana sekaligus murah dalam menulis kaligrafi. Di Indonesia, bambu sangat mudah di dapat. Apalagi di desa-desa yang banyak bertumbuhan pohon tinggi menjulang ini.

Sebelum menggunakannya sebagai pena, pilihlah bambu yang sesuai dengan selera –baik ukuran maupun kepadatan serat– kemudian dikeringkan. Biasanya, bambu yang sudah tua lebih enak dibanding bambu yang masih muda. Apalagi bambu muda bisa beringsut ketika mengering. Akan tetapi ukuran tua mau pun muda bukanlah patokan sebuah pena bisa enak dipakai, melainkan juga tergantung kebiasaan. (Bisa juga membuat pena dari bambu yang basah, tetapi berisiko beringsut ketika kering nanti.)

Pena bambu bisa dipilih dari bambu biasa –yang banyak tumbuh di daratan Jawa– atau pun bambu China. Bambu biasa memiliki karakter keras dan berserat, sedangkan bambu China memiliki ukuran kecil dan mudah pecah. Bambu China biasanya biasanya dipergunakan sebagai pagar pada perusahaan atau perumahan elite.

Setelah bambu mengering kemudian dibentuk ujung-ujungnya seperti model pena. Untuk lebih jelasnya, ikuti langkah berikut:

  1. Ambil bambu dan potonglah dengan panjang kira-kira 15 cm.
  2. Setelah diratakan ujungnya, rautlah menjadi pangkal pena.
  3. Pena yang sudah diraut, dipotong lagi miring kurang lebih 45 derajat.
  4. Agar tinta lebih banyak tersimpan belahlah ujung kalam dan buatlah lubang sebagi ujung muara.

Untuk model pena bambu bisa melihat gambar dibawah ini:

Contoh pena bambu

Contoh pena bambu

Seorang kaligrafer atau penulis kaligrafi hendaknya memiliki beberapa pena yang berukuran beda, baik kemiringan maupun lebarnya. Pena yang lebar bisa untuk menulis huruf, sedangkan pena kecil untuk menulis harakat maupun hiasan. Pena kecil bisa juga untuk finishing bentuk huruf yang kurang pas.

Untuk kepraktisan, bisa juga meraut kedua ujung bambu untuk dijadikan mata pena. Biasanya ujung satu dengan ujung kedua mempunyai ukuran berbeda: kecil dan besar. Yang besar bisa untuk menulis huruf. Yang kecil bisa untuk menulis harakat maupun hiasan :)

Catatan: Potongan kalam tidaklah tajam atau tipis seperti pisau, melainkan dibuat sedikit tumpul atau menurut ukuran yang pantas.

Random Posts

Discussion

9 comments for “Pena Bambu”

  1. selain bambu bisa saja menggunakan kayu biasa yg dibentuk seperti pena. ada beberapa pena kayu yang sudah spesialis digunakan yakni kayu andam atau andham (entah bagaimana menulisnya). kayu ini memiliki kekhasan tersendiri: bergerit ketika dipake. namun dengan penguasaan pena yang baik, andam cukup andal. bahkan biasa dipake para kaligrafer-kaligrafer terkenal.

    Posted by asskar | September 4, 2008, 14:32
  2. Terima kasih untuk komentarnya.
    Tentu saja bambu bukan satu-satunya alat untuk menulis. Namun keistimewaan bambu adalah murah, sederhana, mudah dicari. Panduankaligrafi pernah menggunakan kayu andam tersebut dan ternyata sangat hebat! Sayangnya kayu tersebut sulit didapat, dan hanya orang tertentu yang punya.

    Posted by admin | September 4, 2008, 18:30
  3. hehe… boleh dicoba.. :)

    Posted by Sinna | Januari 21, 2009, 06:51
  4. selain pena bambu mungkin dapat juga dijuga dengan menggunakan batang pakau.

    Posted by zulfikar | Juli 31, 2009, 21:53
  5. Selain bambu dan kayu andam, apakah ada jenis yang lain untuk menulis kaligrafi

    Posted by Muhammad ridwan saputra | September 14, 2009, 14:56
  6. kayu Andam sejenis pohon Kayu Atau pohon Pakis Pakis?

    Posted by Dindin Badindin | November 22, 2009, 06:45
  7. kayu andam Jenis pohon kayu atau pohon pakis ?

    Posted by Dindin Badindin | November 22, 2009, 06:46
  8. dimana saja tempat yang menjual pena bambu? Apa di jakarta ada?

    Posted by dadang | Februari 18, 2010, 18:57
  9. mungkin selain bambu /andham ,alang2 mungin juga bisa?

    Posted by muhammad arif taufiqurrahman al hafidh | April 1, 2010, 07:39

Post a comment