Jika Anda melihat ke atas blog Panduan Kaligrafi ini, maka ada yang berubah di sana. Saya mencoba membuatkan logo yang sederhana. Tidak itu saja, ada juga gambar logo di favicon sebelah kiri url, tempat Anda mengetik alamat pada browser, menggantikan faicon jelek bergambar wajah seseorang :D
Logo untuk sebuah blog, sebagian ada yang bilang penting. Namun sebagian tidak. Penting atau tidak, sebenarnya saya hanya tergoda dengan blog tetangga yang menggunakan sebuah logo cantik. Di blog tetangga itu juga menggunakan pertukaran taut yang bisa digunakan siapa saja. “Saya kok pengen juga. Terlebih fungsinya adalah media promosi sehingga blog makin terkenal…” kata saya dalam hati. Dengan hanya menempelkan logo pada karyanya, kemudian ada alamat blog, sepertinya cantik untuk disebarkan. Terlebih, saya kira ada banyak pencinta kaligrafi di tanah air yang sudi memperkenalkan blog ini.
Apa makna logo Panduan Kaligrafi ini? Kelihatannya seperti sebuah kaligrafi, apakah juga bisa dibaca?
Sebagaimana ciri khas logo, saya mencoba menggambungkan dua huruf “P” dan “K” yang merupakan kependekan dari Panduan Kaligrafi. Meski tidak mirip benar, ini cuma hasil modifikasi agar tidak meninggalkan ciri khas kaligrafi. Dengan dua titik di atas “P”, huruf ini terlihat seperti huruf qaf apabila semuanya dicerminkan (huruf dibalik).
Meski tidak sengaja, seya seperti membaca “qalam” –dengan me-mirror-kan– meski tidak ada huruf mim di sana. Ah, sekadar mencocok-cocokkan. Qalam, sebenarnya memiliki arti bagus bagi para pencinta kaligrafi. Qalam mempunyai arti pena adalah bagian penting yang tidak bisa dipisahkan begitu saja dengan kaligrafi. Namun apa pun itu, sejatinya ini hanyalah sebuah logo. Dari sana tercermin akan blog ini. Apapun cara membaca mereka.


keren!
Hehehe, berkah buat yang berjiwa seni *ngiri*
wuiiiiiiiiihhh keren…
bagaimana cara belajarnya???
kreen habizzz…., men !