Seperti halnya seni rupa lainnya, karya kaligrafi juga ada tanda tangan (dalam bahasa arab bisa disebut tauqi’) pembuatnya. Tauqi diletakkan berada di sela-sela tulisan, biasanya berada di pojok paling ujung tulisan atau di bawahnya. Tentu saja fungsinya sebagai pengenal bahwa karya kaligrafi ini merupakan karya kaligrafer ini. Dengan pengenal tanda tangan itu, orang yang mengerti bisa mengenali.
Dalam buku kaligrafi disebutkan, seorang kaligrafer tidak boleh membubuhi tanda tangan sebelum mendapat ijazah dari guru –yang biasanya juga seorang kaligrafer berijazah. Sebelum tanda tangan ada tulisan katabahu yang menandai bahwa ini ditulis oleh…
Kebanyakan kaligrafer sekarang –apalagi di Indonesia– mengabaikan ijazah ini. Kebanyakan dari mereka, baik berijazah atau tanpa, mereka tidak canggung-canggung membubuhi karya mereka dengan tanda tangan. Sebagian menganggapnya sebagai “tanda”, sebagaian yang lain menimbulkan kebanggan atas karya mereka setelah ditanda tangani layaknya hasil karya kaligrafer –asli.
Ada beberapa tanda kaligrafer terkenal, di antaranya adalah seperti dalam daftar berikut:
- Mustafa Abdul Halim Ozcay
- Mustafa Abdul Halim Ozcay (versi lain)
- Muhammad Sami
- Mustafa Raqim
- Muhammad Nadhif
- Ibrahim Ala’uddin
- Mustafa Izzat
- Hamid Al-Amidi
- Muhammad Arif
- Mustafa Izzat (versi lain)
- Muhammad Syauqi
- Muhammad Abdul Aziz Al Rifa’i
- Umar Wasfi
- Ismail Hakki
- Ahmad Kamil
- Muhammad Amin
- Hasyim Muhammad Al-Bahgdadi
- Muhammad Syafiq
- Muhammad Ali
- Mahmoud



kaligrafinya indah-indah dan bagus….pengen banget bisa kaligrafi yang indah dan bagus,,,
saya baru tau, itu menurut pendapat siapa….trims atas infonya
gimana caranya jadi kaligrafer yang mahir