// you’re reading...

Kaligrafer

Kaligrafer Wanita, Adakah?

Dari belajar kaligrafi selama lima tahun lebih, belum pernah sama sekali saya menemukan ada kaligrafer wanita yang tercatat dalam buku kaligrafi islam yang memberi warna dalam sejarah kaligrafi. Artinya, deretan para master, nyatanya memang nihil dari kaligrafer wanita. Kaligrafer yang tercatat buku yang saya pelajari, selalu dijumpai nama-nama lelaki. Mulai Hasyim Muhammad Al Bahgdadi, Hamid Al-Amidi, Yaqut Al Mushta’shimi, Ibnu Muqlah, dan lain sebagainya.

Yang menjadi pertanyaan: Apakah kaligrafer itu selalu identik dengan lelaki?

Inilah sayangnya. Sebagaimana keilmuan bidang hukum fiqih misalnya, para ulama jarang sekali kita jumpai dari kalangan kaum hawa. Dominasi kaum adam selalu terjadi dalam bidang keilmuan. Padahal, mungkin saja di masa dulu hidup seorang kaligrafer wanita terkenal yang tidak tercatat dalam buku?

Rikkat Kunt, yang disebut-sebut sebagai kaligrafer terakhir Turki, memang seorang kaligrafer wanita. Namun namanya tidak lebih terkenal dari karya-karyanya karena sebuah buku perjalanan yang cukup apik ditulisnya dalam bahasa Perancis: a Nuit des Calligraphes. Buku ini menjadi laris karena perjalanan sang kaligrafer ternyata terhalang oleh penguasa. Rikkat sendiri belum pernah saya jumpai karya-karyanya, apakah juga menggunakan kaligrafi murni?

Yang menjadi pertanyaan lagi adalah: Apakah Rikkat Kunt merupakan satu-satunya kaligrafer wanita –dengan sedikit catatan, di masa lampau– yang tercatat sejarah?

Ah, ternyata tidak. Buktinya dari peninggalan yang tersimpan di the Museum of Islamic Art, Cairo, Mesir, ada seorang kaligrafer wanita yang meninggalkan kaligrafi mushaf yang begitu cantik. Dia adalah Zaynab binti Ahmad Al Maqdisiyya, seorang kaligrafer wanita asal Jerussalem. Di sana tercatat, kaligrafer ini merupakan hidup pada periode Mamluk, yakni pada 1330. Di bawah ini adalah contoh karyanya:

Ini artinya, kaligrafer memang bukan dominasi kalangan pria. Dan untunglah, dengan bergulirnya zaman, domiasi-dominasi pria rasanya semakin tidak ada dalam segala bidang. Banyak para wanita muslim yang mempelajari kaligrafi. Tak jarang mereka ikut berkolaborasi dalam even perlombaan internasional.

Adakah kaligrafer wanita yang pernah Anda jumpai dalam buku sejarah kaligrafi?

Posting yang berkaitan

Discussion

6 comments for “Kaligrafer Wanita, Adakah?”

  1. ada bro, insya Allah beberapa nama ntar ana sebut, tapi masih di buku hehe…
    kalo sempat bisa antum cari buku “tarikh al-khatt al-`arabiy wa adawatu al-kitabah” karya pakar sejarah dan kaligrafer Muhammad Thahir al-Kurdi. kalo gak salah kayak gitu judul bukunya, kalo salah ya mirip2 lah hehe… di situ ada nama2 kaligrafer wanita yang sempat terekam dalam sejarah. semoga nanti bisa ana tulis di blog… ya rabb :D

    Posted by emnoer | Desember 13, 2008, 05:35
  2. Sudah saya coba cari di Google ternyata tidak belum menemukan buku yang Anda maksud. Sebagian menemukan tentang sejarah kaligrafi dari Arabic Calligraphy Encyclopedia. Masih dalam bahasa Arab. Mungkin Anda bisa bantu menerjemahkan? :)

    Posted by Aly Imron | Desember 13, 2008, 09:07
  3. [...] bilang kaligrafi hanya didominasi oleh orang-orang Arab? Siapa bilang kaligrafi hanya didominasi laki-laki? Lihat karya [...]

    Posted by Kaligrafi Bukan Dominasi Arab dan Laki-Laki | Panduan Kaligrafi | belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah. Termasuk perjalanan para kaligrafer. | Desember 18, 2008, 06:37
  4. [...] anak, mereka bisa juga belajar kaligrafi. Lihatlah foto-foto mereka di sini. Di sertai artikel, percayalah bahwa para perempuan juga berprestasi di bidang [...]

    Posted by Wanita dan Kaligrafi | Panduan Kaligrafi | belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah. Termasuk perjalanan para kaligrafer. | Desember 22, 2008, 05:35
  5. YA…..BAGUS KOQ

    Posted by RAZY | Juni 23, 2009, 10:49
  6. ada kok kaligrafer wanita. bagus banget goresannya, insyaAllah namanya Nuriya Gracia. dy orang eropa.

    pernah juga saya liat katalog pemenang lomba turki untuk khat diwani, malah cewek dari muslimah Thailand,,

    Posted by Ali Murtadlo | November 14, 2009, 15:26

Post a comment