Ini adalah kaligrafi “di luar umum” yang pernah saya pelajari: naski, riqah, tsuluts, diwani, diwani jali, ijazah, atau kufi yang sudah terkenal itu. Namanya moalla. Meski gayanya tidak begitu indah, menurut saya, kaligrafi ini sempat membuat saya penasaran karena gayanya yang “berani”, sekali waktu menabrak huruf satu dengan yang lainnya tanpa memedulikan ruang.
Lihatlah contoh di bawah ini. Ia seolah-oleh cabang-cabang pohon bambu yang berdesak-desakan di antara satu dengan yang lainnya. Warnanya yang kalem seolah-olah hanya sebuah bayang-bayang latar belakang bertekstur.
Gaya moalla merupakan gaya yang “tidak standar” karena tidak masuk dalam buku panduan kaligrafi yang umum beredar, seperti buku kaligrafi paling monumental Qawaidul Khat Al-Arabi karya Hasyim Muhammad Al-Baghdadi. Meski tidak begitu terkenal, kaligrafi ini masih masuk dalam daftar jenis-jenis kaligrafi dalam wikipedia Arab, tergolong bagian kaligrafi jenis yang berkembang di Iran.
Dari literatur di internet, gaya ini hanya diperkenalkan oleh Hamid Ajami, seorang kaligrafer kelahiran Teheran. Melalui websitenya, Hamid Ajami menyertakan contoh-contoh kaligrafi jenis ini.
Dan tampaknya, dia merupakan satu-satunya yang melestarikan jenis ini. Tentang sejarah moalla sendiri dapat dibaca di sini.





[...] sebagaimana dalam pandangan orang Iran, tampaknya begitu memesona. Tak heran jika dalam karya-karya Hamid Ajami banyak sekali menghadirkan nama Ali yang diukir dalam berbagai model. Sebagaimana khasnya, Hamid [...]