// you’re reading...

Seputar Kaligrafi

Siapakah Kaligrafer Terbaik?

Mungkin Anda seperti saya, pernah bertanya seperti ini: Siapakah kaligrafer terbaik yang pernah ada? Apakah Hasyim Muhammad Al-Baghdadi? Ataukah Hamid Al-Amidi? Ataukah …?

Dalam dunia kaligrafi, dua nama yang saya sebutkan di atas merupakan nama yang tiada diragukan lagi kejeniusannya dalam bidang seni ini.

Membandingkan kaligrafer, mungkin bukan suatu yang elok. Namun sebagai pelajar kaligrafi yang baru saja bergelut dalam bidang ini, kita seringkali tidak sabar untuk mengapai tahapan-tahapan yang lebih tinggi dari pada yang kita tahu sebelumnya. Kadang di sanggar atau tempat belajar kaligrafi, kita sering membandingkan siapa guru terbaik di antara para pengajar kaligrafi.

Saya pernah mempunyai beberapa guru kaligrafi. Ada ustad Farhan, ustad Hanafi, dan ustad Sunarto. Satu dengan yang lainnya mempunyai karakter unik. Ustad Farhan, meskipun agak “kaku” dalam menulis, beliau merupakan salah satu guru terbaik saya. Ustad Hanafi yang membuat saya terkagum-kagum, mengajarkan kaligrafi hanya sekilas saja. Sedangkan yang terakhir, meski belum pernah diajarkan dalam pelajaran kaligarfi, tulisan-tulisannya ketika mengajar imla’, (dekte) sangatlah memukau.

“Belajar dari kaligrafer terbaik, tentu hasilnya lebih baik.” Saya, terus terang saja, termasuk punya anggapan seperti ini. Dampaknya, saya enggan untuk belajar pada kaligrafer-kaligrafer yang tidak mempunyai “reputasi” jelas –yang umumnya adalah dari dalam negeri yang sudah menerbitkan banyak buku tentang kaligrafi.

Sebagai bidang ilmu yang kelihatan (goresan huruf dan teknik menulis) dari semua kaligrafer dapat kita bandingkan. Dari buku teknik menulis, umumnya diajarkan bagaimana cara menggoreskan huruf. Mulai dari huruf mufrad (yang berdiri sendiri) sampai pada huruf yang terletak di tengah dan belakang. [Umumnya buku panduan menulis kaligrafi menganut cara ini.]

Huruf alif mufrad dalam naskhi misalnya, meskipun dalam ilmu kaligrafi diukur dengan tinggi lima titik, dengan kemiringan ke kiri selebar setengah titik, nyatanya dalam praktik, kaligrafer satu tidak sama dengan yang lainnya. Proporsi yang terlalu besar umumnya menjadi sifat yang mendominasi kaligrafer dalam negeri. [Atau mungkin contoh yang kita pelajari dari buku selalu berhuruf kecil?]

Sebagai seni, tentu kualitas satu dengan yang lainnya bisa berbeda. Goresan satu dengan yang lainnya “tidak sempurna”. Bahkan, dari tangan kita sendiri yang sudah belajar mengores berpuluh-puluh kali, keluar goresan yang berlainan. [Tentu maklum, kita bukan kaligrafer?]

Balik ke judul di atas: Siapakah kaligrafer terbaik?

Saya sulit menjawab.

Tetapi saya punya pengalaman: kaligarfer terbaik adalah kaligrafer yang membuatmu kagum, tak peduli apakah karyanya memang benar-benar yang nomor satu di dunia.

Dari kekaguman itu, timbul rasa ingin belajar lebih. Dari sanalah kelak guru yang Anda kagumi ternyata sajajar dengan Anda. Terus belajar dan seringlah praktik. Dengan begitu tangan Anda akan menemukan jalannya sendiri…

Bagaimana menurut Anda?

Posting yang berkaitan

Discussion

8 comments for “Siapakah Kaligrafer Terbaik?”

  1. Kaligrafer terbaik? wah..di jenis kaligrafi mana dulu mas? kalo naskhi dan sulus, itu Muhammad Syauqi Affandi, sulus jali dan nasta’liq jali berarti Sami Afandi. Nasta’liqnya Sami Afandi mengambil dari Ali Haedar, kalo nasta’liq ‘adi ya Khulushi Afandi, sedangkan khot Riq’ah dan Diwani serta Diwani Jali setau saya Muhammad Izzat. Mereka semua Kibarul Khattathin (khattah kenamaan), inspirator dan guru (meskipun tidak ketemu langsung) dari para khattath abad 20 seperti yang antum sebutkan, semisal khattah Hamid al-Amidi dan Hasyim al-Baghdadi, serta mungkin khattath Badawi Daerani (syiria)….
    Itu tadi kalau membincang kaligrafer klasik… yang semuanya kini telah tiada…

    Posted by emnoer | Desember 13, 2008, 02:48
  2. Kalo kaligrafer yang sekarang masih ada, rata2 banyak yang dari Turki, semisal Muhammad Ozcay, Usman Ozcay. Ada juga yang asal Syiria, Muhammad Faruq Haddad, dari Bosnia ada Munib Obradovits (?), dari Mesir ada Ahmad Faris, Syirin Abd. Shabir, dari Saudi, Muhtar Mufidurahman, dan angkatan2 baru IRCICA… yang jalas, bisa kita lihat angkatan baru ini dari hasil lomba kaligrafi Internasional di Turki, tahun depan yang ke-delapan… kita lihat saja..Jadi siapa ya yang terbaik…??! keknya juga gak ada yang mau disebut terbaik, kalaupun ada :D

    Posted by emnoer | Desember 13, 2008, 02:48
  3. kalo bidang kaligrafi, turki memang tiada duanya. hal ini terlihat dari beberapa lomba internasional yang kebanyakan disabet oleh orang-orang turki. dengan tidak menafikan kaligrafer lain, rupanya kecenderungan kaligrafer-kaligrafer luar turki mengalami pergeseran ke abstrak.

    Posted by Aly Imron | Desember 13, 2008, 03:00
  4. Kalau menurut saya sih kaligrafer terbaik adalah kaligrafer yang elok tulisannya dan elok juga akhlaqnya……..

    Posted by Agus Anwar | Desember 20, 2008, 13:36
  5. Saat ini sebenarnya banyak kaligrafer terbaik, dalam arti sudah dalam posisi “matang” pada kedalaman kaidah dan kaya akan seni komposisinya. Yang membedakannya adalah karakter masing-masing,hal ini wujud dari keluhuran Seni Kaligrafi Islam ketimbang yang lain, walaupun jenisnya sama tapi masing-masing kaligrafer berciri khas tersendiri dan asyik dinikmati karyanya.
    Yang paling pas untuk mengukur siapa kaligrafer terbaik adalah di perlombaan, seperti IRCICA, Burdah, Barkah dsb. Disamping tim jurinya terdiri dari para Master Kaligrafi juga aturan mainnya yang ketat.Ada 2 hal pokok untuk mengukur ketinggian nilai suatu karya ; 1)Husnu’ttawzi’ (pembagian ruang yang indah) 2)Ihkamuttartib (susunan kata perkata secara tertib sehingga mudah dibaca) terakhir kesempurnaan anatomi huruf sudah jelas paling wajib bagi seorang kaligrafer..
    Diantara yang sudah sampai di maqam ini adalah : Ustaz Daud Bektas, Ozcay bersaudara, Ferhat Kurlu dan Muhammad Faruq Haddad dsb seperti yang telah di saudaraku emnoer sebutkan. trims..

    Posted by Yusnandar Karim | Januari 21, 2009, 09:20
  6. Terima kasih banyak untuk komentarnya yang sangat luar biasa!

    Memang, kalau kita “menutup mata” kita tidak akan menemukan bahwa di luar sana banyak sekali kaligrafer-kaligrafer andal yang selalu rutin mengadakan kajian dan perlombaan, seperti cohton IRCICA, dlsb. Yang menarik, tidak hanya dari kalangan muslim Timur Tengah, kadang, dari kalangan Barat juga tertarik dengan seni ini.

    Posted by Aly Imron | Februari 1, 2009, 08:35
  7. kalau melihat karya-karya yang pernah saya jumpai memang saya suka banget sama karya sang MAESTRO Hasyim Mohammed Al-Baghdady. karyanya sangat halus dan fenomenal

    Posted by ANAME, CHAIROEL | Maret 29, 2009, 07:30
  8. Alhamdulillah,,,,sy hnya berkata takjub sm teman2,,,smoga ini smua menjadikan kita semakin termotifasi untuk belajar lebih serius tentang khalighrafi..amin

    Posted by fahrur Rozi | Oktober 16, 2009, 13:25

Post a comment