// you’re reading...

Seputar Kaligrafi

Coca-cola Menistakan Muhammad?

Mungkin Anda pernah menerima email berantai dengan gambar di bawah ini, disertai dengan imbauan untuk tidak memberi produk “kafir”?

cocacola_logo

Mungkin ini mirip dengan kasus logo Unilever yang pernah menjadi topik bahasan dalam Panduan Kaligrafi beberapa bulan lalu karena “diduga” memuat kalimat subhanallah.

Topik-topik semacam ini kerap terjadi dan meramaikan dunia blog karena beredar melalui email berantai. Tak heran kemudian muncul berbagai posting yang menanyakan, bahkan mempercayai begitu saja. Parahnya, kemudian isu ini dipanas-panasi dan akhirnya menjadi semacam permusuhan antara Islam dan Barat. “Boikot produk Amerika!” kata mereka.

Akibat informasi semacam ini, salah satu teman saya sampai sekarang tidak pernah meminum Coca-Cola. Bayangkan!

Secara pribadi memang sah-sah saja seseorang tidak memakan atau mengonsumsi sebuah produk. Apalagi dia tahu kalau memang produk itu benar-benar haram karena terbuat dari zat yang mengandung babi, misalnya. Namun, saya rasa kurang bijak jika “mengharamkan” sebuah makanan/minuman yang nyata-nyata boleh untuk dimakan/diminum.

Transformasi “Laa Muhammad, Laa Makkah” yang diartikan sebagai “No Mohammed, No Mecca” memang perlu dicermati. Apalagi kemudian seperti disengaja untuk dicari-cari dengan mem-flip (membalik) gambar, padahal aslinya memang tidak dalam kondisi terbalik. (Terkecuali memang ambigram yang memang bisa dibaca dari belakang)

Jika memang melihat transformasi di atas, memang natural banget perubahannya karena kita sudah melihat hasilnya akan terbaca: laa Muhammad, laa Makkah. Namun jika belum terbayang dalam pikiran kita, saya rasa orang yang ngerti huruf Arab pun akan tidak ngerti bagaimana bacaannya. [Lihat gambar pada tumpukan 2 di atas]

Nah, pada gambar tiga, rupanya ada sedikit upaya untuk “memodifikasi” hingga nantinya akan terbaca sebagai apa yang telah ditujukan: laa Muhammad… Hal ini terlihat dari pemunculan huruf “dal” yang seharusnya tidak ada (dalam logo coca-cola adalah penghubung).

Lantas, apakah kita pernah melihat huruf “laa” (yang artinya tidak) harus berdiri tunggal tanpa seorang teman (yakni alif panjang)?

Dari sini sudah bisa terjawab judul posting di atas, apakah benar ada penistaan atau tidak.

Posting yang berkaitan

Discussion

14 comments for “Coca-cola Menistakan Muhammad?”

  1. Hm… ternyata kabar tersebut tidak benar ya?

    Namun ada yang perlu diwaspadai juga terlepas dari manipulasi tulisan coca cola, yaitu bahwa produk ini memang tidak baik untuk dikonsumsi, karena memiliki pH yang sangat asam (3,4) sehingga cukup kuat untuk melarutkan tulang dan gigi. Bayangkan saja bagaimana efeknya bila sampai masuk ke saluran pencernaan, mungkin akan lebih merusak sistem tersebut yang notabene lebih halus dari tulang dan gigi.

    Fakta di internet tentang efek coca cola juga ternyata cukup menghebohkan. Coca cola banyak digunakan untuk membersihkan toilet, kaburator mobil, menghilangkan karat, dll. Bahkan sebuah eksperimen dilakukan dengan memasukkan sebuah gigi patah ke dalam minuman berjenis sama dan setelah 10 hari gigi tersebut terlarut.

    Meski coca cola tidak menistakan Muhammad, namun produk ini dan produk lain sejenis (minuman berkarbonasi) saya rasa tetap tidak baik untuk dijadikan minuman, kecuali bila sangat terpaksa (tak ada minuman lain), karena efeknya yang membahayakan tubuh.

    Posted by Ummu Syifa | Desember 14, 2008, 22:04
  2. Dengan alasan kesehatan, penolakan terhadap minuman berkarbonasi mungkin lebih tepat. Apalagi dikonsumsi berlebihan.

    Posted by Aly Imron | Desember 15, 2008, 01:46
  3. Boleh jadi logo diatas ga da hubungannya dengan penistaan, tapi apakah anda tutupmata dengan sumbangan Coca cola terhadap Zionis? bahkan Penyumbang yang paling besar setelah saralee…?

    Terus kemudian jika ada orang yang mengaitkan logo itu dengan penistaan, saya kira masuk akal. dan kalao saya lihat logo itu memang sarat dengan ideologi…

    Boikot harus terus dilakukan, ada maupun tidaknya logo coca cola

    Posted by Edward | Desember 31, 2008, 16:26
  4. Dalam kasus ini, saya mencoba untuk “fair” terhadap logo Coca-cola. Bahwa pada logo itu tidak ada yang seperti yang dituduhkan. Nah, mengingat banyak orang yang tidak mengerti, saya merasa harus meluruskan.

    Soal boikot-memboikot, itu saya serahkan pada masing-masing pribadi.

    Posted by Aly Imron | Januari 3, 2009, 04:32
  5. saya setuju memboikot produk zionis
    saya sempat membaca tentang ikon anda….
    ikon ketika kita mau browsing..
    anda mengatakan jikalau itu dicerminkan akan membentuk pena ( QALAM )
    anda harus konsisten…
    anda bela islam atau zionis?
    tegakah anda dengan kekejaman mereka?
    bagaimana jika saudara anda disana dan kita berpesta pora menyumbang membeli peluru dan tank untuk membunuh saudaramu?
    ibumu

    Posted by mukhsin avicenna | Januari 14, 2009, 18:46
  6. terima kasih atas komentarnya. penjelasan tentang ada tidaknya penghinaan saya rasa sudah cukup gamblang. pembahasan ini terlepas dari kampanye pemboikotan produk apa pun seperti yang anda setujui.

    apakah ini pembelaan terhadap coca-cola? jelas tidak. karena faktanya memang tidak ada penghinaan apa pun. jika ternyata jelas tidak ada penghinaan kemudian anda anggap ada penghinaan (yang timbul akibat perbedaan persepsi objek), jelas dari anda ada semacam penyetujuan akan penghinaan tersebut. lantas, siapa yang sebenarnya menghina? tentu yang menganggapnya.

    Posted by Aly Imron | Januari 15, 2009, 13:00
  7. di amerika sendiri,,
    minuman sejenis cocacoLa memank di gunakan untuk membersihkan toiLet dan dapat menghilLangkan karat pada benda” Logam,,

    Posted by dwii, | Februari 11, 2009, 18:59
  8. saya rasa,,
    setiap Logo dr haL apapun itu,,
    pasti mempunyai ideoLogi tersendiri,,
    bahkan dengan menyembunyikan makna sesungguhnya (itu sangadLah mungkin,)
    Qta sebagai org” yang tidak turut serta daLam penciptaan Logo tersebut tdk dpt juga mengatakan bahwa Logo tersebt tidak mengandung apa”,,
    waLLahuaLam,,

    Posted by dwii, | Februari 11, 2009, 19:05
  9. saya muslim . menurut saya hal tersebut mengada” . . seperti di ada”kan oleh si pembaca yang memang sengaja mengada”kan tulisan tersebut . .

    Posted by dian | Mei 14, 2009, 14:21
  10. Gini yang saya lihat hanya tulisan Coca Cola,memang saya tidak tau itu pakai tulisan apa artinya.dan hanya sebuah merk produk aja. Menurut aku tidak ada hubunganya dengan menghina suatu Agama tertentu,itu kan tulisan latin biasa,Saling Menghargai Saja,ingat kita mahluk sosial.Kalau itu benar menghina suatu agama tertentu,mohon ganti merknya.Contoh diganti dengan nama “cale-calu” teh.Tolong jangan bikin tambah banyak orang pengangguran dengan mengatakan boikot.

    Posted by Ketut | Juli 10, 2009, 20:51
  11. mohon dibaca lagi posting ini dengan teliti. jangan asal berkomentar saja.

    Posted by Aly Imron | Juli 10, 2009, 21:03
  12. saya rasa kita sebagai muslim harus kembali berpikir dewasa dan bijak, kita tidak boleh hidup diatas syak wasangka…bukankah nabi muhammad mengajarkan kita untuk selalu berpikir baik tentang orang lain (khusnudzan)…perang sejati adalah perang melawan diri sendiri…!!

    Posted by keris | Juli 11, 2009, 16:11
  13. Gitu Aja Kok Repot !!!!!!!!!

    Yg pasti,para zionis amerika seperti yahudi dan nashroni,akan terus mengadu domba umat islam,dan tak akan mungkin puas sebelum islam hancur… Apapun caranya,yg pasti bakalan mereka lakuin….!!!

    Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing,apa kita termasuk orang yg mudah diadu dhomba,ataukah termasuk org yg ber’iman dan ber’taqwa sehingga selalu sadar kalau dirinya lagi diadu dhomba atau diadu sapi… Hehehe…!!!

    Sekali lagi,,,
    Githu Aja Kok Repot…!!!

    Posted by Salman Al-Farishi | Januari 14, 2010, 00:42
  14. Gitu Aja Kok Repot !!!!!!!!!

    Yg pasti,para zionis amerika seperti yahudi dan nashroni,akan terus mengadu domba umat islam,dan tak akan mungkin puas sebelum islam hancur… Apapun caranya,yg pasti bakalan mereka lakuin….!!!

    Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing,apa kita termasuk orang yg mudah diadu dhomba,ataukah termasuk org yg ber’iman dan ber’taqwa sehingga selalu sadar kalau dirinya lagi diadu dhomba atau diadu sapi… Hehehe…!!!

    Sekali lagi,,,
    Githu Aja Kok Repot…!!!!

    Posted by Salman Al-Farishi | Januari 14, 2010, 00:43

Post a comment