Kalau ada waktu dan rezeki, mungkin Anda bisa jalan-jalan mengunjungi museum ini: Islamic Arts Museum. Al-Mathaf al-anni al-Islami —dalam bahasa Arab— tampaknya merupakan obsesi Qatar dalam mempercantik negara hingga bisa mendatangkan para turis. Negara yang juga memiliki menara Dubai yang elok itu meresmikan museum ini pada Sabtu, 22 November bulan lalu.
Tak kurang dari 1.000 orang terkenal di dunia turut menghadiri peresmian Islamic Art Museum. Di antaranya Presiden Suriah Bashar al-Assad, Mohamad Hassanein Heikal, mantan penasihat mendiang Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, dan aktor AS Robert De Niro. Acara pembukaan dimeriahkan dengan pagelaran musik terkenal Yo Yo Ma dan pesta kembang api yang spektakuler.
Merujuk pada situs Hidayatullah, tak hanya benda-benda bersejarah Islam saja yang dipamerkan. Namun juga beberapa benda bersejarah non-Muslim, seperti dari Eropa, Turki, dan Persia, yang memiliki hubungan erat dengan dunia Islam. Seperti lukisan “Maria” karya Gentile da Febriano, pelukis kenamaan Fenesia yang hidup pada awal abad ke-15. Dalam lukisannya itu, Febriano menuliskan kalimat “La Ilaha Illallah” dengan huruf Arab-Kufi.
Shaikha Mayasa hamd Khalifah, Ketua Dewan Penasihat Museum Qatar menyatakan, bahwa museum ini juga dapat menjadi sentra dan pusat informasi, penelitian, dan inovasi keislaman. “Salah satu tujuan didirikannya museum ini adalah untuk menjadi tempat belajar, serta ajang dialog antar semua bangsa dunia,” ungkapnya.


Discussion
No comments for “Islamic Arts Museum”