// you’re reading...

Seputar Kaligrafi

Stagnasi dalam Berkaligrafi

Sama seperti kegiatan menulis dan lainnya, dalam proses belajar kaligrafi terkadang mengalami stagnasi alias kemandekan. Setelah berhari-hari selalu berkutat dengan pena dan kertas yang penuh dengan coretan-coretan, kemudian mendadak seperti dilanda rasa bosan dengan apa yang kita pelajari.

Apakah stagnasi semacam ini normal?

Tentu saja. Asal tidak keterusan. Yang Anda perlukan hanyalah membuat selingan, menyisipi kegiatan belajar dengan banyak bereksperimen: misalnya mengganti media, mengubah gaya tulisan, hingga menghasilkan sebuah karya.

Ketika saya belajar berkaligrafi juga kerap didera “penyakit” ini. Kata guru saya malah, setelah proses bosan, nanti akan menemukan sebuah cahaya terang –yakni kemudahan dalam membuat huruf.
“Kebosanan merupakan tahapan untuk melanjutkan tahap selanjutnya,” katanya sambil menyemangati agar tidak berhenti oleh rasa malas.

Elemen berkaligrafi sesungguhnya tidak hanya berkutat pada pena, tinta, dan kertas. Ada banyak hal yang seharusnya dikuasai oleh seorang kaligrafer. Dapat saya katakan bahwa kaligrafer harusnya juga menguasai media lukis dan terampil memadukan warna. “Lahan” inilah yang harusnya bisa untuk digarap.

Dalam sanggar yang memiliki kelompok belajar hendaknya tidak hanya menghadirkan “cara menulis” saja. Kegiatan berkaligrafi bisa diselingi dengan studi tour ke sanggar lain, berkunjung ke galeri kesenian, mengadakan lomba internal –hingga antar daerah. Alhasil, stagnasi dalam kelompok dan personal bisa teratasi.

Anda juga pernah terjangkit “penyakit” ini? Bagaimana cara mengatasi?

Random Posts

Discussion

9 comments for “Stagnasi dalam Berkaligrafi”

  1. setelah saya membaca artikel di atas, saya teringat dengan pengalaman konyol saya dalam meningkatkan karya kaligrafi yang saya geluti. ternyata semangat saya dalam mendalami kaligrafi muncul apabila hanya mau menjelang perhelatan MTQ baik tingkat kab. maupun propinsi. setelah sebulan berlalu dan imajinasi MTQ mulai memudar, maka seketika itu juga berlahan tapi pasti semangat saya untuk mendalami kaligrafi secara komprehensip mulai stagnat dan mengalami resesi yang cukup pelik hingga menjelang digelarnya kembali perhelatan MTQ untuk tahun berikutnya lagi. he…..he…., sebuah sikap konyol yang pernah mendera pangsa semangat perakligraifian ku, semoga, teman2 jangan demikian ya ….!!!! oc

    Posted by ismar | Januari 22, 2009, 23:22
  2. Giat menjelang MKQ. Sikap ini mirip dengan ujian di sekolah. Kita kerap mempraktikkan: jarang belajar di hari biasa dan tekun ketika menjelang hari ujian. Meski membawa hasil baik dalam ujian, sikap ini tidak akan membawa hasil maksimal di kemudian hari. Ilmu yang melekat di otak hanya bersifat sementara.

    Terima kasih atas komentarnya sehingga bisa berbagi dengan yang lain.

    Posted by Aly Imron | Januari 23, 2009, 04:18
  3. Betul tuh.. memang rasa bosan kerap melanda kita. Kalau saya biasanya klo lagi bosan latihan, cukup menelaah karya para master. Biasanya waktu menelaah karya para master timbul rasa penasaran untuk mencoba, jadi kembali deh nulis lagi..mencoba terus sampai bisa… hehehehe..

    Posted by Nandar | Januari 23, 2009, 10:37
  4. Wah ternyata ada juga blog yang mengupas soal kaligrafi. Salut!

    Posted by Daus | Februari 16, 2009, 12:28
  5. Menarik sekali, rasa bosan dalam berkaligrafi memang sesuatu yang alami, dan bukan terjadi di kaligrafi saja, tetapi hal itu bisa di atasi jika kita berada di tengah komunitas yang solid dan berada di tangan guru yang bisa memberikan kita semangat untuk terus menulis. Salam kenal mas Ali Imron dari Cairo, Mas nandar pa kabar?

    Posted by Zainuddin | Maret 19, 2009, 19:20
  6. Oh iya kabar gembira bagi para kaligrafer di Indonesia, insyaAllah Peraduan khat international di Ircica Istanbul akan di umumkan dalam waktu dekat.. Semoga perlombaan ini bisa menjadi salah satu sarana untuk menambah semangat dan meningkatkan level kita dalam kaligrafi.

    Posted by Zainuddin | Maret 19, 2009, 19:23
  7. thanks udah bikin weblog ini mas Aly Imron. saya seorang ilustrator tinggal di jakarta. belakangan ini saya baru tertarik untuk belajar kaligrafi…sebagai seorang muslim kadang ada “guilty feeling” n sedikit kegelisahan sehari2 kegiatan saya gambar makhluk bernyawa terus..ada perasaan ingin berkarya lebih untuk kepentingan agama, tidak sekedar urusan duniawi saja. akhir2 ini saya jadi kurang menikmati kegiatan menggambar..saya ingin sesuatu yang lebih dalam, lebih berguna, lebih selaras dengan kehidupan yang islami. tetap menghargai bakat yang Allah beri dengan menjadikan kegiatan berkesenian sebagai ibadah. mungkin seni kaligrafi tepat untuk saya?
    saya butuh info adakah tempat semacam kursus kaligrafi di jakarta? thanks…

    Posted by melani | Juni 18, 2009, 09:53
  8. pa kabar mas? lama gak update ya…
    chaiyooo…mari bangkit kembali…jangan stagnan hehe

    Posted by emnoer | Juli 2, 2009, 05:50
  9. salam…afwan mas Imron, itu panduan khot nasta’liq yang di download punya kaligrafer iran ya? madrasah siapa kira2, menurut saya, lebih bagus kalau pakai bukunya hulusi affandi, madrasah sami, karena madrasah Turki adalah pengembangan dari madrasah Iran pasca khattath Mir ‘Imad Hasani. jika berkenan, cerita selengkapnya silahkan baca di blog saya. syukron :D ayo bangkit lagi :) !

    Posted by emnoer | Juli 2, 2009, 06:00

Post a comment