Saya sering mendapat pesan dari pengunjung blog ini. Rata-rata mereka menanyakan bagaimanakah cara belajar kaligrafi (dari gaya bertanya mereka, seolah-olah bisa belajar cepat dan instan). Untuk pertanyaan yang sedikit konyol ini, tiada pernah saya tanggapi. Apa alasannya? Karena tidak ada kemampuan di suatu bidang yang datang secara instan. Ingin belajar kaligrafi ya belajar menggoreskan pena. Titik. Tidak ada cara lain.
Namun jika pertanyaan itu “dari mana saya bisa belajar kaligrafi”, maka saya akan memberi petunjuk: “paling mudah dari buku-buku”. Saya tahu cara ini tidak pernah efektif karena biasanya buku hanya memaparkan contoh. Sedangkan yang tak kalah penting dalam belajar kaligrafi adalah “cara menggoreskan pena”.
Namun tentu saya bersyukur. Teknologi sekarang telah memungkinkan seorang guru “hadir” lewat video-video pendek. Sayangnya, “guru-guru jarak jauh” ini masih sembunyi dibalik jutaan data di internet yang berbahasa Arab dengan ukuran yang besar (ratusan kb). Saya pernah menemukan tutorial dalam bentuk video ini. Namun masih sulit untuk mendownload karena terhalang bandwith yang cekak -_-”
OK, bagaimana caranya belajar kaligrafi? Carilah sebuah kelompok belajar kaligrafi yang biasanya berdiri di pondok-pondok pesantren. Biasanya kelompok belajar ini memiliki sistem sederhana dalam mengajarkan kaligrafi: guru menulis di papan, sementara anggotanya menjiplak di buku tulis dengan pena. Menjemukan? Mungkin, tapi tidak ada belajar kaligrafi secara simsalabim. Bergelut dengan pena (setiap hari) adalah cara.


Mungkin sama dengan bidang ilmu yang lain, ada learning something dan doing something.
Misalnya belajar pemrograman untuk bisa, caranya bisa belajar dari buku, dari kursus, dari contoh, dsb. Tapi ketika sudah tau, jika tidak doing programming, tidak akan memetik hasil dari situ.
Beda dengan doing programming, learning akan terbawa. Baca buku, kursus, dst hanya mempercepat, tapi tanpa itu akan tetap jalan.
Mungkin sama dengan kaligrafi.
Dulu di pesantren saya dapat pelajaran kaligrafi, mulai tentang apa dan gimana jenis kaligrafi, cara bikin goresan, dst. Tapi waktu itu hanya sekedar tau, dan bisa secara teknis.
Akhirnya juga hilang sia-sia karena aku tidak melakukan doing kaligrafi.
Jadi bagi yang ingin belajar kaligrafi, tergantung tujuannya: mau belajar teknisnya atau mau ‘hidup’ dalam kaligrafi.
Kalo pilihan yang pertama, ya mudah, tinggal cari tutorial.
Kalo pilihan yang kedua, gak usah banyak tanya, tapi just do it.
Demikian, agar tidak semakin panjang :D
Bisa minta link buat tutorialnya Kang Aly Imron? Kebetulan dapet pinjeman Bandwidth nih…
Assalamu’alaikum,
Saya setuju memang kaligraphy tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat apalagi kaligrafi Arab. Saya pikir belajar kaligrafi sama sulitnya dengan belajar huruf kanji. bagaimana cara menulis, huruf apa yang digunakan, cara memegang pena, warna, dan sebagainya.
Terlepas dari pendapat saya tadi, apakah ada software atau program khusus untuk belajar kaligrafi arab?
Terima kasih.
Walau tidak pernah mondok, tapi saya salah satu peminat kaligrafi. Belajarpun secara otodidak dengan membaca dan mencontoh buku-buku kaligrafi. Kalau menurut saya, belajar kaligrafi harus dengan praktik kalau ingin bisa dan mahir. Benar kata kang Aly, belajar kaligrafi butuh proses. kalau kita telaten, insya allah pasti bisa.
Belajar kaligrafi memang bukan sekedar menulis indah tapi ada kaidah dasar yang harus diikuti.Perpaduan antara kaidah dan keindahan menghasilkan kaligrafi yang berkualitas.
Sip kaligrafi. Saya tinggal di pasar minggu jaksel. sedang cari mitra kaligrafer untuk kerjasama usaha kaligrafi dalam bentuk sket kaligrafi.
harosh19@yahoo.co.id
Aq memang ingin sekali belajar menulis kaligrafi arab diatas kanvas baik dengan cat minyak atau dengan cat acrylik untuk mengisi waktu pensiun, jika ada buku tuntunannya judulnya apa, belinya dimana (dasar)
gimana cara cepet bisa bkin kaligrafi ?
soal.a hari senen gw lomba .?