<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panduan Kaligrafi &#187; Definisi</title>
	<atom:link href="http://www.panduankaligrafi.com/category/definisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panduankaligrafi.com</link>
	<description>Tempat belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 23:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kaligrafi Menurut Pakar</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-menurut-pakar/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-menurut-pakar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 18:17:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafer]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Turki Utsmani]]></category>
		<category><![CDATA[Yaqut Al-Musta'shimi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Al-khath handasatun ruhaniyyah, dzaharat bi aalatin jasmaniyyah 
&#8211;Yaqut Al-Mushta&#8217;shimi

Banyak istilah yang menjabarkan tentang kaligrafi. Seperti menurut Yaqut Al-Mushta&#8217;shimi, kaligrafer kenamaan periode Turki Utsmani, menyebut bahwa kaligrafi merupakan ilmu hitung ruhaniyah (bersifat ruhani) yang tampak dengan alat jasmani.
Ubaidillah Ibn Abbas menyebut kaligrafi sebagai &#8220;lisanul yadd&#8221; alias lidahnya tangan. Mengapa disebut lidahnya tangan? Karena dengan kaligrafilah tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Al-khath handasatun ruhaniyyah, dzaharat bi aalatin jasmaniyyah </em></p>
<p style="text-align:right;"><em>&#8211;</em>Yaqut Al-Mushta&#8217;shimi</p>
</blockquote>
<p>Banyak istilah yang menjabarkan tentang kaligrafi. Seperti menurut Yaqut Al-Mushta&#8217;shimi, kaligrafer kenamaan periode Turki Utsmani, menyebut bahwa kaligrafi merupakan ilmu hitung ruhaniyah (bersifat ruhani) yang tampak dengan alat jasmani.</p>
<p>Ubaidillah Ibn Abbas menyebut kaligrafi sebagai &#8220;<em>lisanul yadd</em>&#8221; alias lidahnya tangan. Mengapa disebut lidahnya tangan? Karena dengan kaligrafilah tangan dapat &#8220;berbicara&#8221;, menyampaikan sebuah ungkapan yang ditulis lewat media.</p>
<p>Dalam kitab Irsyad Al Qoshid, Syaikh Syamsuddin Al Akhfani menyebut: Kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya, dan cara-cara merangkai menjadi sebuah kalimat tersusun. Atau apa-apa yang ditulis di atas garis-garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis; menggubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara bagaimana untuk menggubahnya.</p>
<p>Rincinya, kaligrafi adalah ilmu yang mempelajari bermacam-macam bentuk huruf tunggal (mufrad) dan tata letaknya serta metode merangkainya menjadi susunan kata atau cara menuliskannya di atas kertas atau media lainnya.</p>
<p>Drs H Didin Sirajuddin A.R., tokoh kaligrafi tanah air, memberi kesimpulan: arti seutuhnya kaligrafi adalah kepandaian menulis elok dalam bahasa arab yang dikenal dengan khat &#8211;garis atau tulisan indah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-menurut-pakar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaligrafi Murni</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-murni/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-murni/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 00:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Aklam]]></category>
		<category><![CDATA[Asskar]]></category>
		<category><![CDATA[Kaidah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Murni]]></category>
		<category><![CDATA[Torehan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Istilah ini muncul tidak lepas dari perkembangan kaligrafi kontemporer, di mana huruf bukan menjadi sesuatu yang utama, tetapi juga keindahan yang merupakan unsur dari kaligrafi itu sendiri. Kaligrafi pada awalnya merupakan seni memadukan huruf dengan jenis tertentu sesuai dengan kaidah akhirnya &#8220;keluar jalur&#8221; tanpa memedulikan kaidah baku. Nah, yang tetap mengikuti kaidah baku &#8211;sesuai dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah ini muncul tidak lepas dari perkembangan kaligrafi kontemporer, di mana huruf bukan menjadi sesuatu yang utama, tetapi juga keindahan yang merupakan unsur dari kaligrafi itu sendiri. Kaligrafi pada awalnya merupakan seni memadukan huruf dengan jenis tertentu sesuai dengan kaidah akhirnya &#8220;keluar jalur&#8221; tanpa memedulikan kaidah baku. Nah, yang tetap mengikuti kaidah baku &#8211;sesuai dengan jenis kaligrafi &#8220;yang diakui&#8221;&#8211; kemudian dinamai kaligrafi murni.</p>
<p>Seolah merupakan kaidah baku, kaligrafi murni tidak boleh keluar dari jalur penulisan: bagaimana bentuk huruf, torehan, maupun ketepatan dalam sapuan. Jenis-jenis kaligrafi juga telah diklasifikasi. Penggunaannya tidak boleh bercampur satu dengan yang lain.<span id="more-18"></span></p>
<p>Kaligrafer murni &#8211;yang disebut-sebut merupakan kaligrafer&#8211; &#8220;terakhir&#8221; Hasyim Muhammad Al Khatthath menerapkan kaidah kaligrafi dalam sebuah buku panduan yang cukup terkenal bernama Qawaidul Khath Alarabiy. Buku ini beredar luas di Timur Tengah yang akhirnya sampai di pondok pesantren di Indonesia. Tidak banyak yang memiliki, hanya orang-orang tertentu yang mempunyai akses ke luar negeri &#8211;khususnya Timur Tengah&#8211; yang mempunyai buku aslinya.</p>
<p>Di pondok pesantren yang mengajarkan kaligrafi, buku kaidah ini cukup terkenal. Seperti di Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, misalnya, karya monumental itu dicetak kembali secara internal dan di pelajari oleh para santri yang tergabung di Aklam, Assosiasi Kaligrafer Darussalam, kelompok belajar kaligrafi. Di Pondok Pesantren Attanwir &#8211;yang terletak di Talun, Bojonegoro&#8211; juga ada Asskar, Assosiasi Kaligrafer Attanwir.</p>
<p>Banyak sekali sanggar-sanggar kaligrafi yang mengajarkan khat murni. Namun banyak pula yang akhirnya &#8220;keluar jalur&#8221; setelah &#8220;bosan&#8221; mempelajari kaidah-kaidah yang &#8220;kaku&#8221;. Ada juga yang &#8220;frustrasi&#8221; karena tidak bisa menorehkan huruf-huruf dengan &#8220;benar&#8221;, akhirnya &#8220;semaunya sendiri.&#8221;</p>
<p>Anda pilih ikut mana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-murni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huruf</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/huruf/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/huruf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 00:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Font]]></category>
		<category><![CDATA[Huruf]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya adalah coretan, kemudian mengalami pergeseran. Huruf timbul setelah evolusi simbol. Bukan lagi spesifik, tapi bisa dirangkai menjadi bermacam-macam &#8220;kalimat&#8221;. Ketika huruf-huruf di blog ini terangkai, tentu Anda kemudian bisa membaca. Tanpa huruf, mustahil &#8220;kalimat&#8221; saya bisa tersampaikan.
Namun tidak sesederhana itu akhirnya. Meskipun huruf sudah &#8220;ditemukan&#8221;, akhirnya menemukan ruang untuk mempercantik bentuk. Dari sanalah muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya adalah coretan, kemudian mengalami pergeseran. Huruf timbul setelah evolusi simbol. Bukan lagi spesifik, tapi bisa dirangkai menjadi bermacam-macam &#8220;kalimat&#8221;. Ketika huruf-huruf di blog ini terangkai, tentu Anda kemudian bisa membaca. Tanpa huruf, mustahil &#8220;kalimat&#8221; saya bisa tersampaikan.</p>
<p>Namun tidak sesederhana itu akhirnya. Meskipun huruf sudah &#8220;ditemukan&#8221;, akhirnya menemukan ruang untuk mempercantik bentuk. Dari sanalah muncul bermacam-macam corak, meskipun hurufnya sama. Dalam kaligrafi juga demikian. Ada bermacam-macam corak, sebagaimana huruf-huruf mutakhir yang sudah dirumuskan oleh program komputer: font.<br />
<span id="more-16"></span><br />
Ada times, arial, serif, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis mempunyai keluarga sendiri-sendiri yang memiliki kemiripan. Seperti arial dan helvetica misalnya, keduanya tampak mirip satu dengan yang lain meskipun keduanya berbeda.</p>
<p>Huruf &#8220;H&#8221; tanpa terangkai dengan &#8220;uruf&#8221; bukanlah apa-apa. Kecuali memang dimaksudkan untuk membuat seseorang bertanya-tanya.</p>
<p>Kalimat &#8220;Jangan buang sampah sembarangan&#8221; misalnya, yang tertulis di sebuah halaman sekolahan akhirnya menjadi penyampai bahwa di halaman tersebut seseorang dilarang membuang sampah seenaknya sendiri. Yang bisa membaca mudah mengerti. Yang belum, perlu &#8220;dipertanyakan lagi&#8221;.</p>
<p>Huruf menggantikan simbol yang memiliki bermacam-macam makna. Huruf menyampaikan bahasa.</p>
<p>Setelah melewati fungsi huruf, bentuk menjadi bagian lain yang memperkuat penyampaian. Jenis satu dengan yang lain mempunyai karakter berbeda. &#8220;Jangan buang sampah sembarangan&#8221; tertulis arial, mudah dibaca, bukan dengan huruf latin yang mempunyai karakter lembut.</p>
<p>Huruf arab jenis kufi misalnya, memiliki karakter kotak-kotak (kubisme) yang memberi kesan kokoh. Kelenturan diwani, dan goresan farisi memberi keluwesan dalam menyampaikan makna dalam tulisan. Dari keperluan fungsi penyampaian akhirnya muncul bermacam-macam bentuk dan gaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/huruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaligrafi Islam</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-islam/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 00:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana posting sebelumnya, bahwa kaligrafi merupakan tulisan tangan yang indah sebagai hiasan. Definisi kaligrafi semacam itu sangatlah umum, maka kaligrafi dipersempit lingkupnya menjadi kaligrafi islam.
Mengapa bukan kaligrafi arab, toh tulisannya berhuruf Arab?
Sekilas tampaknya, kaligrafi arab juga tepat. Namun, jika diteliti lebih jauh, ternyata Arab tidak identik dengan Islam. Bahkan, akhir-akhir ini muncul penggemar kaligrafi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagaimana posting <a href="http://panduankaligrafi.com/2008/08/definisi-kaligrafi/" target="_self">sebelumnya</a>, bahwa kaligrafi merupakan tulisan tangan yang indah sebagai hiasan. Definisi kaligrafi semacam itu sangatlah umum, maka kaligrafi dipersempit lingkupnya menjadi kaligrafi islam.</p>
<p>Mengapa bukan kaligrafi arab, toh tulisannya berhuruf Arab?</p>
<p>Sekilas tampaknya, kaligrafi arab juga tepat. Namun, jika diteliti lebih jauh, ternyata Arab tidak identik dengan Islam. Bahkan, akhir-akhir ini muncul penggemar kaligrafi di tanah arab dari agama lain yang menuliskan kaligrafi. Sayangnya, banyak yang tidak tahu sehingga &#8220;terkecoh&#8221; dan menjadikan sebagai hiasan. Padahal, kalimatnya berasal dari kitab suci yang berbeda. Kaligrafi islam merupakan bahasa yang tepat untuk mengidentikkan kaligrafi dengan islam.<span id="more-13"></span></p>
<p>Dalam bahasa arab, kaligrafi di sebut khat (khath). Sedangkan penulisnya dinamai khattath.</p>
<p>Dalam buku khat sendiri, definisi kaligrafi diperjelas. Ada yang mengatakan bahwa kaligrafi merupakan rangkaian huruf-huruf hijaiyah yang memuat ayat-ayat alquran maupun hadist ataupun kalimat hikmah di mana rangkaian huruf-huruf itu dibuat dengan proporsi yang sesuai, baik jarak maupun ketepatan sapuan huruf.</p>
<p>Proporsi huruf itu sendiri dirumuskan sedemikian rupa dalam sebuah buku yang ditulis oleh para kaligrafer-kaligrafer ternama dengan menggunakan metode titik. Seperti huruf alif dalam naskhi, tingginya tidak labih dari lima titik. Lain halnya dengan tsuluts, tinggi alif bisa sampai tujuh titik dan memiliki kepala yang berbeda.</p>
<p>Untuk detail huruf, mungkin akan dijelaskan dalam posting yang berbeda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
