<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panduan Kaligrafi &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://www.panduankaligrafi.com/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panduankaligrafi.com</link>
	<description>Tempat belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 23:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Prangko Berkaligrafi dari Amerika</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/prangko-berkaligrafi-dari-amerika/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/prangko-berkaligrafi-dari-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 21:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Eid Stamp]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prangko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[
Bagi warga muslim Amerika mungkin tidak asing dengan prangko ini. Dengan latar belakang biru, prangko mungil ini tertulis kaligrafi &#8220;Eid Mubarak&#8221; berwarna keemasan. Sungguh indah bagi yang bisa membaca. Namun tidak untuk sebagian besar penduduk Amerika yang asing dengan kaligrafi. Prangko ini memang sempat membuat bangga. Namun, kehadirannya seolah &#8220;tidak dalam waktu yang tepat&#8221; membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="latest_post_image"><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/prangko-eid.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-614" title="prangko-eid" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/prangko-eid.gif" alt="" width="300" height="300" /></a></div>
<p>Bagi warga muslim Amerika mungkin tidak asing dengan prangko ini. Dengan latar belakang biru, prangko mungil ini tertulis kaligrafi &#8220;Eid Mubarak&#8221; berwarna keemasan. Sungguh indah bagi yang bisa membaca. Namun tidak untuk sebagian besar penduduk Amerika yang asing dengan kaligrafi. Prangko ini memang sempat membuat bangga. Namun, kehadirannya seolah &#8220;tidak dalam waktu yang tepat&#8221; membuat prangko ini akhirnya dilupakan!</p>
<p>Alkisah, tepat sepuluh hari sebelum peristiwa 11/9 yang cukup mencengangkan, prangko ini resmi diluncurkan. Tentu sebuah peristiwa bersejarah bagi warga muslim Amerika, di mana seolah komunitas mereka mulai diperhitungkan publik. <em>United States Postal Services</em> (Layanan Pos Amerika,  seperti halnya Pos Indonesia) akhirnya mengabulkan pembuatan prangko edisi Eid. <em>Eid Stamp</em>, begitu perangko ini disebut. Prangko ini nantinya dipergunakan untuk kirim-mengirim surat khususnya pada perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.<br />
<span id="more-613"></span><br />
&#8220;Ini adalah kebanggaan tersendiri untuk Layanan Pos, komunitas Islam, dan Amerika secara umum karena kita telah mengeluarkan prangko untuk memperingati dua perayaan penting Islam,&#8221; kata pejabat Layanan Pos dalam peresmian prangko.</p>
<p>Konon, kehadiran prangko ini juga memerlukan perjuangan yang melelahkan. Di mulai 1996, organisasi Islam mengajukan surat permintaan ke United States Postal Services. Tentu saja ini bukan hal mudah, karena menurut Layanan Pos, ada banyak sekali permintaan yang masuk untuk dibuatkan sebagai seri baru. Permintaan untuk setiap tahun saja bahkan mencapai 2000 lebih! Dan ini membuat ciut peluang untuk dikabulkan.</p>
<p>Akhirnya, pada tanggal 1 September 2001, prangko dambaan itu resmi diluncurkan. <strong>Eid Mubarak</strong>. Di desain oleh <a href="http://www.zakariya.net/">Muhammad Zakariya</a>, seorang kaligrafer kelahiran Ventura, California.</p>
<p>Para muslim Amerika berbangga. Tidak hanya grosir islam, halal meat, internet store, tetapi  masjid dan lembaga islam berlomba-lomba menjual prangko edisi Eid ini. Saking bangganya, beberapa muslim bahkan berikrar akan menggunakan prangko ini selamanya.</p>
<p>Sepuluh hari kemudian, peristiwa 9/11 mengguncang. Dampak buruk serangan teroris itu juga menjalar ke prangko kesayangan. Seolah ketakutan dengan atribut Islam, para muslim Amerika juga enggan menampakkan keislaman mereka, walau hanya lewat prangko. Kalau warga muslim saja enggan, bagaimana dengan warga nonmuslim?</p>
<p>Prangko ini memang kurang familiar di &#8220;negeri asing&#8221; itu, pada akhirnya. Tidak hanya dilupakan, sebagaian warga Amerika juga tidak tahu akan edisi ini. Warga muslim banyak kesulitan mencari di pos pinggiran. Meski selama tiga tahun setelahnya masih ada, namun prangko ini terancam &#8220;tidak diperpanjang&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/prangko-berkaligrafi-dari-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaligrafer Wanita, Adakah?</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafer-wanita-adakah/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafer-wanita-adakah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 20:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kaligrafer]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafer Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Dari belajar kaligrafi selama lima tahun lebih, belum pernah sama sekali saya menemukan ada kaligrafer wanita yang tercatat dalam buku kaligrafi islam yang memberi warna dalam sejarah kaligrafi. Artinya, deretan para master, nyatanya memang nihil dari kaligrafer wanita. Kaligrafer yang tercatat buku yang saya pelajari, selalu dijumpai nama-nama lelaki. Mulai Hasyim Muhammad Al Bahgdadi, Hamid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari belajar kaligrafi selama lima tahun lebih, belum pernah sama sekali saya menemukan ada kaligrafer wanita yang tercatat dalam buku kaligrafi islam yang memberi warna dalam sejarah kaligrafi. Artinya, deretan para master, nyatanya memang nihil dari kaligrafer wanita. Kaligrafer yang tercatat buku yang saya pelajari, selalu dijumpai nama-nama lelaki. Mulai Hasyim Muhammad Al Bahgdadi, Hamid Al-Amidi, Yaqut Al Mushta&#8217;shimi, Ibnu Muqlah, dan lain sebagainya.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan: Apakah kaligrafer itu selalu identik dengan lelaki?</p>
<p>Inilah sayangnya. Sebagaimana keilmuan bidang hukum fiqih misalnya, para ulama jarang sekali kita jumpai dari kalangan kaum hawa. Dominasi kaum adam selalu terjadi dalam bidang keilmuan. Padahal, mungkin saja di masa dulu hidup seorang kaligrafer wanita terkenal yang tidak tercatat dalam buku?</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/rikkat-kunt/">Rikkat Kunt</a>, yang disebut-sebut sebagai kaligrafer terakhir Turki, memang seorang kaligrafer wanita. Namun namanya tidak lebih terkenal dari karya-karyanya karena sebuah buku perjalanan yang cukup apik ditulisnya dalam bahasa Perancis: <em>a Nuit des Calligraphes</em>. Buku ini menjadi laris karena perjalanan sang kaligrafer ternyata terhalang oleh penguasa. Rikkat sendiri belum pernah saya jumpai karya-karyanya, apakah juga menggunakan kaligrafi murni?</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan lagi adalah: Apakah Rikkat Kunt merupakan satu-satunya kaligrafer wanita &#8211;dengan sedikit catatan, di masa lampau&#8211; yang tercatat sejarah?</p>
<p><span id="more-531"></span></p>
<p>Ah, ternyata tidak. Buktinya dari peninggalan yang tersimpan di the Museum of Islamic Art, Cairo, Mesir, ada seorang kaligrafer wanita yang meninggalkan kaligrafi mushaf yang begitu cantik. Dia adalah Zaynab binti Ahmad Al Maqdisiyya, seorang kaligrafer wanita asal Jerussalem. Di sana tercatat, kaligrafer ini merupakan hidup pada periode Mamluk, yakni pada 1330. Di bawah ini adalah contoh karyanya:</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/z-quran1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-532" title="z-quran1" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/z-quran1-300x210.png" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/z-quran2.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-533" title="z-quran2" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/z-quran2-300x233.png" alt="" width="300" height="233" /></a></p>
<p>Ini artinya, kaligrafer memang bukan dominasi kalangan pria. Dan untunglah, dengan bergulirnya zaman, domiasi-dominasi pria rasanya semakin tidak ada dalam segala bidang. Banyak para wanita muslim yang mempelajari kaligrafi. Tak jarang mereka ikut berkolaborasi dalam even perlombaan internasional.</p>
<p>Adakah kaligrafer wanita yang pernah Anda jumpai dalam buku sejarah kaligrafi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafer-wanita-adakah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Rasulullah</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/surat-rasulullah/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/surat-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 22:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kufi]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Dalam buku sejarah, saat menjalankan misi dakwah penyebaran agama Islam, Rasulullah pernah mengajak kepada penguasa dengan mengirimkan surat. Di antaranya adalah surat kepada Najasyi, Raja Habasyah; surat kepada Muqauqis, Raja Mesir; surat kepada Kisra, Raja Persia; surat kepada Kaisar, Raja Romawi; surat kepada Al-Mundzir bin Sawa; surat kepada Haudzah bin Ali, pemimpin Yaman; surat kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam buku sejarah, saat menjalankan misi dakwah penyebaran agama Islam, Rasulullah pernah mengajak kepada penguasa dengan mengirimkan surat. Di antaranya adalah surat kepada Najasyi, Raja Habasyah; surat kepada Muqauqis, Raja Mesir; surat kepada Kisra, Raja Persia; surat kepada Kaisar, Raja Romawi; surat kepada Al-Mundzir bin Sawa; surat kepada Haudzah bin Ali, pemimpin Yaman; surat kepada Al-Harits bin Abi Syamar Al-Ghassani, penguasa Damaskus; surat kepada Penguasa Omman.</p>
<p>Meski banyak yang mengatakan bahwa nabi tidak bisa baca tulis, dalam buku &#8220;<em>Nabi Muhammad Buta Huruf atau Genius</em>&#8221; karya Syekh Al-Maqdisi dan &#8220;<em>Metamorfosis Muhammad</em>&#8221; karya Agus Mustofa, dijelaskan bahwa sesungguhnya Muhammad telah mengalami pembelajaran langsung dari Allah melalui Jibril sehingga menjadi manusia pandai. Dari penjelasan itu, tak heran jika Rasulullah pandai dalam baca tulis, termasuk menulis surat.</p>
<p>Di antaranya yang ditulis kepada Raja Najasyi seperti dibawah ini:</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/surat-panduan.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-490" title="surat-panduan" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/surat-panduan-221x300.gif" alt="" width="221" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-489"></span><br />
Di sana tertulis:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: 18pt; font-family: Andalus;">من محمد رسول الله إلى النجاشى ملك الحبشة: سلام عليك إنى أحمد الله إليك ،الله الذى لا إله إلا هو الملك القدوس السلام المؤمن المهيمن ، وأشهد أن عيسى بن مريم روح الله وكلمته ألقاها إلى مريم البتول الطيبة الحصينة، فحملت بعيسى فخلقه الله من روحه كما خلق آدم بيده ، وإنى أدعوك وجنودك إلى الله عز وجل ، وقد بلغت ونصحت فاقبلوا نصحى، والسلام على من اتبع الهدى</span></span></p>
</blockquote>
<p>Kepada Raja Rum:</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/surat1-panduan.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-491" title="surat1-panduan" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/surat1-panduan-300x183.gif" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p>Kepada Raja Mesir Muqauqis:<br />
<a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/surat2-panduan.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-492" title="surat2-panduan" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/surat2-panduan-300x198.gif" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p>Meski tidak ada penjelasan bahwa tulisan itu langsung dari tangan beliau atau tidak, dapat disimpulkan bahwa kaligrafi saat Rasulullah rupanya masih sangat sederhana: berbentuk kufi lengkap dengan tanda mirip stempel di akhir kalimat. Apakah kaligrafi itu juga merupakan bentuk terindah di zamannya? Mungkin saja. Bagaimana menurut Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/surat-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Tangan pada Kaligrafi</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/tanda-tangan-pada-kaligrafi/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/tanda-tangan-pada-kaligrafi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 22:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafer]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Seperti halnya seni rupa lainnya, karya kaligrafi juga ada tanda tangan (dalam bahasa arab bisa disebut tauqi&#8217;) pembuatnya. Tauqi diletakkan berada di sela-sela tulisan, biasanya berada di pojok paling ujung tulisan atau di bawahnya. Tentu saja fungsinya sebagai pengenal bahwa karya kaligrafi ini merupakan karya kaligrafer ini. Dengan pengenal tanda tangan itu, orang yang mengerti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti halnya seni rupa lainnya, karya kaligrafi juga ada tanda tangan (dalam bahasa arab bisa disebut <em>tauqi&#8217;</em>) pembuatnya. <strong>Tauqi </strong>diletakkan berada di sela-sela tulisan, biasanya berada di pojok paling ujung tulisan atau di bawahnya. Tentu saja fungsinya sebagai pengenal bahwa karya kaligrafi ini merupakan karya kaligrafer ini. Dengan pengenal tanda tangan itu, orang yang mengerti bisa mengenali.</p>
<p>Dalam buku kaligrafi disebutkan, seorang kaligrafer <strong>tidak boleh</strong> membubuhi tanda tangan sebelum mendapat <strong>ijazah</strong> dari guru &#8211;yang biasanya juga seorang kaligrafer berijazah. Sebelum tanda tangan ada tulisan <em>katabahu</em> yang menandai bahwa ini ditulis oleh&#8230;</p>
<p>Kebanyakan kaligrafer sekarang &#8211;apalagi di Indonesia&#8211; mengabaikan ijazah ini. Kebanyakan dari mereka, baik berijazah atau tanpa, mereka tidak canggung-canggung membubuhi karya mereka dengan tanda tangan. Sebagian menganggapnya sebagai &#8220;tanda&#8221;, sebagaian yang lain menimbulkan kebanggan atas karya mereka setelah ditanda tangani layaknya hasil karya kaligrafer &#8211;asli.<span id="more-462"></span></p>
<p>Ada beberapa tanda kaligrafer terkenal, di antaranya adalah seperti dalam daftar berikut:</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/10/tandatangan.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-463" title="tandatangan" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/10/tandatangan-300x288.gif" alt="" width="300" height="288" /></a></p>
<ol>
<li>Mustafa Abdul Halim Ozcay</li>
<li>Mustafa Abdul Halim Ozcay (versi lain)</li>
<li>Muhammad Sami</li>
<li>Mustafa Raqim</li>
<li>Muhammad Nadhif</li>
<li>Ibrahim Ala&#8217;uddin</li>
<li>Mustafa Izzat</li>
<li>Hamid Al-Amidi</li>
<li>Muhammad Arif</li>
<li>Mustafa Izzat (versi lain)</li>
<li>Muhammad Syauqi</li>
<li>Muhammad Abdul Aziz Al Rifa&#8217;i</li>
<li>Umar Wasfi</li>
<li>Ismail Hakki</li>
<li>Ahmad Kamil</li>
<li>Muhammad Amin</li>
<li>Hasyim Muhammad Al-Bahgdadi</li>
<li>Muhammad Syafiq</li>
<li>Muhammad Ali</li>
<li>Mahmoud</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/tanda-tangan-pada-kaligrafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
