<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panduan Kaligrafi &#187; Basmalah</title>
	<atom:link href="http://www.panduankaligrafi.com/tag/basmalah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panduankaligrafi.com</link>
	<description>Tempat belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 23:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hati-Hati Menempatkan Kaligrafi</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/hati-hati-menempatkan-kaligrafi/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/hati-hati-menempatkan-kaligrafi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 11:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Basmalah]]></category>
		<category><![CDATA[Hati-hati belajar kaligrafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan kotak makanan aqiqah (atau ditulis juga dengan akikah untuk meng-Indonesia-kan) dari kerabat kantor. Seperti bancakan syukuran pada umumnya, pada kotak tersebut ada nama si bayi yang diakikahi. Tertulis juga basmalah yang indah jenis tsuluts.
Malam hari ketika pulang kantor, saya terkejut dengan kotak-kotak yang bertumpuk di kotak sampah. Tentu saja dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/10/basmalah-disampah.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-483" title="basmalah-disampah" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/10/basmalah-disampah.gif" alt="" width="142" height="293" /></a>Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan kotak makanan <em>aqiqah</em> (atau ditulis juga dengan akikah untuk meng-Indonesia-kan) dari kerabat kantor. Seperti bancakan syukuran pada umumnya, pada kotak tersebut ada nama si bayi yang diakikahi. Tertulis juga basmalah yang indah jenis <strong>tsuluts</strong>.</p>
<p>Malam hari ketika pulang kantor, saya terkejut dengan kotak-kotak yang bertumpuk di kotak sampah. Tentu saja dengan masih ada &#8220;pengumuman&#8221; di sana. &#8220;Kasihan nasib kaligrafi itu. Dengan penempatan yang tidak sesuai, akhirnya hanya menjadi pengisi keranjang sampah,&#8221; hati saya berkata. Padahal, seandainya para pemakan itu tahu, basmalah merupakan kalimat istimewa yang terukir pertama di dalam Alquran yang harusnya dimuliakan.</p>
<p>Saya sering menjumpai kasus semacam ini. Di kartu undangan pernikahan, di kartu ucapan hari raya, atau dibrosur-brosur keagamaan. Kadang, lembar jumat yang penuh dengan ayat-ayat Alquran juga mengalami nasib yang sama. Meski sudah dibubuhi dengan kalimat peringatan &#8220;jagalah lembar jumat ini dengan baik karena memuat banyak ayat Alquran&#8221; rupanya perlakuan orang satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Masih saja ada yang luput, sehingga lembar jumat ini berserakan begitu saja.</p>
<p>Lantas siapa yang salah? <span id="more-480"></span></p>
<p>Hal yang semestinya baik &#8211;kartu undangan terlihat &#8220;islami&#8221;&#8211; ternyata berakhir tidak baik. Bagaimana kalau diberi peringatan untuk menyimpan setelah dibaca atau memusnahkan dengan dibakar? Ini mungkin lebih baik. Namun rata-rata peringatan semacam ini jarang dihiraukan.</p>
<p>Agaknya, memang perlu kehati-hatian dalam membubuhkan <em>kalimah tayyibah</em> semacam basmalah, terlebih ayat-ayat Alquran secara sempurna. Penggunaan bahasa Indonesia (arab yang dilafalkan dengan huruf Indonesia) lebih dianjurkan. Selain tidak mengurangi &#8220;keislamiannya&#8221;, media ini juga &#8220;aman&#8221; andai berakhir di keranjang sampah.</p>
<p>___</p>
<p>Catatan: Gambar pada posting ini jangan ditafsirkan sebagai penghinaan terhadap ayat Alquran melainkan hanya sekadar ilustrasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/hati-hati-menempatkan-kaligrafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaligrafi Basmalah Berbagai Bentuk</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/kaligrafi-basmalah-berbagai-bentuk/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/kaligrafi-basmalah-berbagai-bentuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 17:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jenis]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Basmalah]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Saya selalu heran ketika diadakan sebuah lomba kaligrafi, padahal materi yang dilombakan bertuliskan sama kenapa yang muncul adalah karya-karya yang berlainan? Umumnya dalam sebuah lomba, materi tulisan sudah ditentukan oleh panitia. Seperti yang pernah saya ikuti, peserta lomba kadang diberi beberapa alternatif tulisan. Dari aturan itu maka peserta lomba tidak bisa &#8220;latihan&#8221; dari rumah dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya selalu heran ketika diadakan sebuah lomba kaligrafi, padahal materi yang dilombakan bertuliskan sama kenapa yang muncul adalah karya-karya yang berlainan? Umumnya dalam sebuah lomba, materi tulisan sudah ditentukan oleh panitia. Seperti yang pernah saya ikuti, peserta lomba kadang diberi beberapa alternatif tulisan. Dari aturan itu maka peserta lomba tidak bisa &#8220;latihan&#8221; dari rumah dengan materi sendiri-sendiri.</p>
<p>Inilah uniknya kaligrafi. Lain orang lain goresan, meski kadang-kadang menggunakan gaya kaligrafi yang sama. Gaya <em>tsuluts</em> misalnya, kadang satu kaligrafer dengan yang lainnya tidak sama dalam menghasilkan menggoreskan. Apalagi tulisannya lain dengan media pewarnaan yang bebas.</p>
<p>Suatu hari, saya membayangkan: <strong>berapa jumlah varian basmalah ketika digoreskan dalam kaligrafi?</strong> Mulai dari bentuk naskhi, riq&#8217;ah, diwani, diwani jali, tsuluts, ijazah, muhaqqaq, tughra, dan gaya yang lainnya, maka bisa jadi akan menghasilkan ratusan bentuk &#8211;atau malah sampai ribuan?</p>
<p>Ketika browsing kemarin, pertanyaan saya ini sedikit terkuak. Ternyata ada sebuah perusahaan desain yang mencoba menghadirkan kaligrafi basmalah instan dalam beberapa bentuk (berformat file vektor). Di sana, mereka menghadirkan 480 bentuk untuk tulisan basmalah saja.</p>
<p>Bukan main-main, sebagian contoh juga diperlihatkan. Meski kadang hampir mirip &#8211;dengan proporsi yang beda&#8211; kaligrafi basmalah ternyata bisa memiliki model yang sangaaaaat banyak! Di antaranya seperti dalam contoh berikut:<span id="more-475"></span></p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/10/basmalah-panduankaligrafi.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-476" title="basmalah-panduankaligrafi" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/10/basmalah-panduankaligrafi-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Note: silakan diklik gambar di atas untuk sedikit membesarkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/kaligrafi-basmalah-berbagai-bentuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
