<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panduan Kaligrafi &#187; Font</title>
	<atom:link href="http://www.panduankaligrafi.com/tag/font/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panduankaligrafi.com</link>
	<description>Tempat belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 23:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kaligrafi Arab Tidak Berkembang?</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/kaligrafi-tidak-berkembang/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/kaligrafi-tidak-berkembang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 01:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Font]]></category>
		<category><![CDATA[the Kite Runner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Pernah menonton film The Kite Runner? Film yang diangkat dari novel laris karya Khaled Hosseini ini tidak hanya menggugah dari kisah ceritanya, tetapi juga digarap dengan baik oleh Mark Forster. Tidak hanya dari sinematografi, penggarapan tulisan membuka &#8211;menurut saya&#8211; juga sangat memesona. Sekilas saya seperti melihat kaligrafi! Padahal tidak.
Mungkin karena bercerita tentang Afghanistan yang masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_556" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/kite-runner-font.jpg"><img class="size-medium wp-image-556" title="kite-runner-font" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/kite-runner-font-300x136.jpg" alt="kite runner merupakan contoh variasi font" width="300" height="136" /></a><p class="wp-caption-text">kite runner merupakan contoh variasi font</p></div>
<p>Pernah menonton film <a href="www.imdb.com/title/tt0419887/">The Kite Runner</a>? Film yang diangkat dari novel laris karya <a href="www.khaledhosseini.com">Khaled Hosseini</a> ini tidak hanya menggugah dari kisah ceritanya, tetapi juga digarap dengan baik oleh Mark Forster. Tidak hanya dari sinematografi, penggarapan tulisan membuka &#8211;menurut saya&#8211; juga sangat memesona. Sekilas saya seperti melihat kaligrafi! Padahal tidak.</p>
<p>Mungkin karena bercerita tentang Afghanistan yang masih dekat dengan Arab, pilihan penggunakan font juga diserasikan. Diiringi rebana &#8211;yang merupakan bunyi-bunyian khas Arab&#8211;, tulisan yang saling bererat itu mengingatkan pada film Arab. Apalagi dengan &#8220;kaligrafi&#8221; yang menghias layar, nuansa Arab nyaris sempurna.</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/kite-runner-font2.jpg"><img class="size-medium wp-image-557 alignleft" style="border: 6px solid black; margin-left: 8px; margin-right: 8px;" title="kite-runner-font2" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/kite-runner-font2-300x202.jpg" alt="" width="208" height="142" /></a>Di sini saya tidak akan berbicara soal film, namun sedikit memberi catatan pada perkembangan font (yang dalam bahasa arab disebut khat/artinya kaligrafi) yang rasanya sangat cepat dibanding Kaligrafi Arab. Contohnya adalah tulisan pembuka pada film The Kite Runner tadi.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, terbersit sebuah pertanyaan yang sampai sekarang masih saya cari jawabannya. Pertanyaannya adalah: Apakah Kaligrafi Arab mengalami kemandekan? Meski dalam hati saya menolak, nyatanya perkembangan huruf Arab tidak sebanter huruf latin.</p>
<p><span id="more-554"></span></p>
<p>Font Barat &#8211;mengacu pada jenis huruf seperti yang saya tulis ini&#8211; memang sangat luar biasa! Nyaris semua unsur sudah dimasukkan ke sana. Mulai dari font seram berdarah-darah, hingga font-font lucu khas anak-anak, sampai pada font yang bermirip-mirip dengan huruf lokal. Ada yang mirip huruf India, Jepang, sampai Arab. Beberapa varian mempermudah ketika membuat desain. Rasanya, kreasi semacam ini mestinya juga diciptakan pada kaligrafi Arab.</p>
<p>Namun saya juga sadar, nyatanya keduanya memang beda karakter. Font Barat yang berpisah-pisah membuat desainer hanya memikirkan huruf tunggal. Sedangkan Arab? Ada tiga pilihan &#8211;bahkan lebih&#8211; ketika membentuk suatu kata. Namun setidaknya itu bukan menjadi alasan. Dalam perkembangan Kaligrafi Arab pada komputer pun mungkin variannya tidak seluas font yang ribuan jenis itu.</p>
<p>Butuh para desainer untuk berkreasi pada kaligrafi Arab? Mungkin. Anda bisa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/kaligrafi-tidak-berkembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huruf</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/huruf/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/huruf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 00:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Font]]></category>
		<category><![CDATA[Huruf]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya adalah coretan, kemudian mengalami pergeseran. Huruf timbul setelah evolusi simbol. Bukan lagi spesifik, tapi bisa dirangkai menjadi bermacam-macam &#8220;kalimat&#8221;. Ketika huruf-huruf di blog ini terangkai, tentu Anda kemudian bisa membaca. Tanpa huruf, mustahil &#8220;kalimat&#8221; saya bisa tersampaikan.
Namun tidak sesederhana itu akhirnya. Meskipun huruf sudah &#8220;ditemukan&#8221;, akhirnya menemukan ruang untuk mempercantik bentuk. Dari sanalah muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya adalah coretan, kemudian mengalami pergeseran. Huruf timbul setelah evolusi simbol. Bukan lagi spesifik, tapi bisa dirangkai menjadi bermacam-macam &#8220;kalimat&#8221;. Ketika huruf-huruf di blog ini terangkai, tentu Anda kemudian bisa membaca. Tanpa huruf, mustahil &#8220;kalimat&#8221; saya bisa tersampaikan.</p>
<p>Namun tidak sesederhana itu akhirnya. Meskipun huruf sudah &#8220;ditemukan&#8221;, akhirnya menemukan ruang untuk mempercantik bentuk. Dari sanalah muncul bermacam-macam corak, meskipun hurufnya sama. Dalam kaligrafi juga demikian. Ada bermacam-macam corak, sebagaimana huruf-huruf mutakhir yang sudah dirumuskan oleh program komputer: font.<br />
<span id="more-16"></span><br />
Ada times, arial, serif, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis mempunyai keluarga sendiri-sendiri yang memiliki kemiripan. Seperti arial dan helvetica misalnya, keduanya tampak mirip satu dengan yang lain meskipun keduanya berbeda.</p>
<p>Huruf &#8220;H&#8221; tanpa terangkai dengan &#8220;uruf&#8221; bukanlah apa-apa. Kecuali memang dimaksudkan untuk membuat seseorang bertanya-tanya.</p>
<p>Kalimat &#8220;Jangan buang sampah sembarangan&#8221; misalnya, yang tertulis di sebuah halaman sekolahan akhirnya menjadi penyampai bahwa di halaman tersebut seseorang dilarang membuang sampah seenaknya sendiri. Yang bisa membaca mudah mengerti. Yang belum, perlu &#8220;dipertanyakan lagi&#8221;.</p>
<p>Huruf menggantikan simbol yang memiliki bermacam-macam makna. Huruf menyampaikan bahasa.</p>
<p>Setelah melewati fungsi huruf, bentuk menjadi bagian lain yang memperkuat penyampaian. Jenis satu dengan yang lain mempunyai karakter berbeda. &#8220;Jangan buang sampah sembarangan&#8221; tertulis arial, mudah dibaca, bukan dengan huruf latin yang mempunyai karakter lembut.</p>
<p>Huruf arab jenis kufi misalnya, memiliki karakter kotak-kotak (kubisme) yang memberi kesan kokoh. Kelenturan diwani, dan goresan farisi memberi keluwesan dalam menyampaikan makna dalam tulisan. Dari keperluan fungsi penyampaian akhirnya muncul bermacam-macam bentuk dan gaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/huruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
