<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panduan Kaligrafi &#187; Kaligrafer</title>
	<atom:link href="http://www.panduankaligrafi.com/tag/kaligrafer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panduankaligrafi.com</link>
	<description>Tempat belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 23:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>The calligrapher Sayed Ibrahim</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/the-calligrapher-sayed-ibrahim/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/the-calligrapher-sayed-ibrahim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 00:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Contoh]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafer]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Murni]]></category>
		<category><![CDATA[Sayyid Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Tambahkan tag baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[
Judul posting ini merupakan judul asli dari website kaligrafer Sayid Ibrahim yang mengetengahkan contoh-contoh kaligrafi buatan kaligrafer asal Kairo, Mesir, itu. Dalam suasana Idul Adha &#8211;masih dalam hari tasyrik&#8211; nama Ibrahim seolah kembali menggema. Dalam khutbah Idul Adha yang saya ikuti kemarin, nama Ibrahim &#8211;ayah Ismail&#8211; mendapat tempat istimewa. Kemudian, saya teringat Ibrahim yang lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="latest_post_image"><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/sayed_home.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-599" title="sayed_home" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/sayed_home.jpg" alt="" width="400" height="282" /></a></div>
<p>Judul posting ini merupakan judul asli dari <a href="http://sayedibrahim.com/en">website kaligrafer Sayid Ibrahim</a> yang mengetengahkan contoh-contoh kaligrafi buatan kaligrafer asal Kairo, Mesir, itu. Dalam suasana Idul Adha &#8211;masih dalam hari tasyrik&#8211; nama Ibrahim seolah kembali menggema. Dalam khutbah Idul Adha yang saya ikuti kemarin, nama Ibrahim &#8211;ayah Ismail&#8211; mendapat tempat istimewa. Kemudian, saya teringat Ibrahim yang lain. Yakni seorang kaligrafer.<br />
<span id="more-598"></span></p>
<div class="wp-caption alignnone"><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/toghraa.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-600" title="toghraa" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/toghraa.gif" alt="" width="392" height="297" /></a></div>
<div class="wp-caption alignnone"><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/sura_0011.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-601" title="sura_0011" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/sura_0011.jpg" alt="" width="400" height="192" /></a></div>
<div class="wp-caption alignnone"><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/sura_6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-602" title="sura_6" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/sura_6.jpg" alt="" width="354" height="400" /></a></div>
<div class="wp-caption alignnone"><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/art_6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-603" title="art_6" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/art_6.jpg" alt="" width="400" height="263" /></a></div>
<p>Sayid Ibrahim distrik Citadel, Kairo, Mesir, pada 1897. Kecintaannya pada kaligrafi dimulai sejak kecil dan koleksinya mulai bertebaran ketika menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar dan Universitas Nasional Mesir. Dia belajar dari Sheikh Mustafa El Ghor, seorang kaligrafer universitas tersebut. Gurunya di bidang ini sangat banyak sekali. Di antaranya adalah Sheikh Farag, Sheikh Abd El Hafez, Sheikh Mohamed Wahby, Sheikh Abd El Ghany Agour dan Hussein Hosny dari Turki.</p>
<p>Untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi <a href="http://sayedibrahim.com/en/index.php">website ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/the-calligrapher-sayed-ibrahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah Kaligrafer Terbaik?</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/siapakah-kaligrafer-terbaik/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/siapakah-kaligrafer-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 21:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda seperti saya, pernah bertanya seperti ini: Siapakah kaligrafer terbaik yang pernah ada? Apakah Hasyim Muhammad Al-Baghdadi? Ataukah Hamid Al-Amidi? Ataukah &#8230;?
Dalam dunia kaligrafi, dua nama yang saya sebutkan di atas merupakan nama yang tiada diragukan lagi kejeniusannya dalam bidang seni ini.

Membandingkan kaligrafer, mungkin bukan suatu yang elok. Namun sebagai pelajar kaligrafi yang baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin Anda seperti saya, pernah bertanya seperti ini: Siapakah kaligrafer terbaik yang pernah ada? Apakah Hasyim Muhammad Al-Baghdadi? Ataukah Hamid Al-Amidi? Ataukah &#8230;?</p>
<p>Dalam dunia kaligrafi, dua nama yang saya sebutkan di atas merupakan nama yang tiada diragukan lagi kejeniusannya dalam bidang seni ini.</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/belajar.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-546" title="belajar" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/belajar.jpg" alt="" width="288" height="198" /></a></p>
<p>Membandingkan kaligrafer, mungkin bukan suatu yang elok. Namun sebagai pelajar kaligrafi yang baru saja bergelut dalam bidang ini, kita seringkali tidak sabar untuk mengapai tahapan-tahapan yang lebih tinggi dari pada yang kita tahu sebelumnya. Kadang di sanggar atau tempat belajar kaligrafi, kita sering membandingkan siapa guru terbaik di antara para pengajar kaligrafi.</p>
<p>Saya pernah mempunyai beberapa guru kaligrafi. Ada ustad Farhan, ustad Hanafi, dan ustad Sunarto. Satu dengan yang lainnya mempunyai karakter unik. Ustad Farhan, meskipun agak &#8220;kaku&#8221; dalam menulis, beliau merupakan salah satu guru terbaik saya. Ustad Hanafi yang membuat saya terkagum-kagum, mengajarkan kaligrafi hanya sekilas saja. Sedangkan yang terakhir, meski belum pernah diajarkan dalam pelajaran kaligarfi, tulisan-tulisannya ketika mengajar imla&#8217;, (dekte) sangatlah memukau.</p>
<p><span id="more-545"></span></p>
<p>&#8220;Belajar dari kaligrafer terbaik, tentu hasilnya lebih baik.&#8221; Saya, terus terang saja, termasuk punya anggapan seperti ini. Dampaknya, saya enggan untuk belajar pada kaligrafer-kaligrafer yang tidak mempunyai &#8220;reputasi&#8221; jelas &#8211;yang umumnya adalah dari dalam negeri yang sudah menerbitkan banyak buku tentang kaligrafi.</p>
<p>Sebagai bidang ilmu yang kelihatan (goresan huruf dan teknik menulis) dari semua kaligrafer dapat kita bandingkan. Dari buku teknik menulis, umumnya diajarkan bagaimana cara menggoreskan huruf. Mulai dari huruf <em>mufrad</em> (yang berdiri sendiri) sampai pada huruf yang terletak di tengah dan belakang. [Umumnya buku panduan menulis kaligrafi menganut cara ini.]</p>
<p>Huruf <strong>alif</strong> <em>mufrad</em> dalam naskhi misalnya, meskipun dalam ilmu kaligrafi diukur dengan tinggi <strong>lima titik</strong>, dengan kemiringan ke kiri selebar setengah titik, nyatanya dalam praktik, kaligrafer satu tidak sama dengan yang lainnya. Proporsi yang terlalu besar umumnya menjadi sifat yang mendominasi kaligrafer dalam negeri. [Atau mungkin contoh yang kita pelajari dari buku selalu berhuruf kecil?]</p>
<p>Sebagai seni, tentu kualitas satu dengan yang lainnya bisa berbeda. Goresan satu dengan yang lainnya &#8220;tidak sempurna&#8221;. Bahkan, dari tangan kita sendiri yang sudah belajar mengores berpuluh-puluh kali, keluar goresan yang berlainan. [Tentu maklum, kita bukan kaligrafer?]</p>
<p>Balik ke judul di atas: Siapakah kaligrafer terbaik?</p>
<p>Saya sulit menjawab.</p>
<p>Tetapi saya punya pengalaman: kaligarfer terbaik adalah kaligrafer yang membuatmu kagum, tak peduli apakah karyanya memang benar-benar yang nomor satu di dunia.</p>
<p>Dari kekaguman itu, timbul rasa ingin belajar lebih. Dari sanalah kelak guru yang Anda kagumi ternyata sajajar dengan Anda. Terus belajar dan seringlah praktik. Dengan begitu tangan Anda akan menemukan jalannya sendiri&#8230;</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/siapakah-kaligrafer-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaligrafer Wanita, Adakah?</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafer-wanita-adakah/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafer-wanita-adakah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 20:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kaligrafer]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafer Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Dari belajar kaligrafi selama lima tahun lebih, belum pernah sama sekali saya menemukan ada kaligrafer wanita yang tercatat dalam buku kaligrafi islam yang memberi warna dalam sejarah kaligrafi. Artinya, deretan para master, nyatanya memang nihil dari kaligrafer wanita. Kaligrafer yang tercatat buku yang saya pelajari, selalu dijumpai nama-nama lelaki. Mulai Hasyim Muhammad Al Bahgdadi, Hamid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari belajar kaligrafi selama lima tahun lebih, belum pernah sama sekali saya menemukan ada kaligrafer wanita yang tercatat dalam buku kaligrafi islam yang memberi warna dalam sejarah kaligrafi. Artinya, deretan para master, nyatanya memang nihil dari kaligrafer wanita. Kaligrafer yang tercatat buku yang saya pelajari, selalu dijumpai nama-nama lelaki. Mulai Hasyim Muhammad Al Bahgdadi, Hamid Al-Amidi, Yaqut Al Mushta&#8217;shimi, Ibnu Muqlah, dan lain sebagainya.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan: Apakah kaligrafer itu selalu identik dengan lelaki?</p>
<p>Inilah sayangnya. Sebagaimana keilmuan bidang hukum fiqih misalnya, para ulama jarang sekali kita jumpai dari kalangan kaum hawa. Dominasi kaum adam selalu terjadi dalam bidang keilmuan. Padahal, mungkin saja di masa dulu hidup seorang kaligrafer wanita terkenal yang tidak tercatat dalam buku?</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/rikkat-kunt/">Rikkat Kunt</a>, yang disebut-sebut sebagai kaligrafer terakhir Turki, memang seorang kaligrafer wanita. Namun namanya tidak lebih terkenal dari karya-karyanya karena sebuah buku perjalanan yang cukup apik ditulisnya dalam bahasa Perancis: <em>a Nuit des Calligraphes</em>. Buku ini menjadi laris karena perjalanan sang kaligrafer ternyata terhalang oleh penguasa. Rikkat sendiri belum pernah saya jumpai karya-karyanya, apakah juga menggunakan kaligrafi murni?</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan lagi adalah: Apakah Rikkat Kunt merupakan satu-satunya kaligrafer wanita &#8211;dengan sedikit catatan, di masa lampau&#8211; yang tercatat sejarah?</p>
<p><span id="more-531"></span></p>
<p>Ah, ternyata tidak. Buktinya dari peninggalan yang tersimpan di the Museum of Islamic Art, Cairo, Mesir, ada seorang kaligrafer wanita yang meninggalkan kaligrafi mushaf yang begitu cantik. Dia adalah Zaynab binti Ahmad Al Maqdisiyya, seorang kaligrafer wanita asal Jerussalem. Di sana tercatat, kaligrafer ini merupakan hidup pada periode Mamluk, yakni pada 1330. Di bawah ini adalah contoh karyanya:</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/z-quran1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-532" title="z-quran1" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/z-quran1-300x210.png" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/z-quran2.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-533" title="z-quran2" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/z-quran2-300x233.png" alt="" width="300" height="233" /></a></p>
<p>Ini artinya, kaligrafer memang bukan dominasi kalangan pria. Dan untunglah, dengan bergulirnya zaman, domiasi-dominasi pria rasanya semakin tidak ada dalam segala bidang. Banyak para wanita muslim yang mempelajari kaligrafi. Tak jarang mereka ikut berkolaborasi dalam even perlombaan internasional.</p>
<p>Adakah kaligrafer wanita yang pernah Anda jumpai dalam buku sejarah kaligrafi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafer-wanita-adakah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaligrafi Moalla</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafi-moalla/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafi-moalla/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 21:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Moalla]]></category>
		<category><![CDATA[Hamid Ajami]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafer]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Kontemporer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah kaligrafi &#8220;di luar umum&#8221; yang pernah saya pelajari: naski, riqah, tsuluts, diwani, diwani jali, ijazah, atau kufi  yang sudah terkenal itu. Namanya moalla. Meski gayanya tidak begitu indah, menurut saya, kaligrafi ini sempat membuat saya penasaran karena gayanya yang &#8220;berani&#8221;, sekali waktu menabrak huruf satu dengan yang lainnya tanpa memedulikan ruang.
Lihatlah contoh di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah kaligrafi &#8220;di luar umum&#8221; yang pernah saya pelajari: naski, riqah, tsuluts, diwani, diwani jali, ijazah, atau kufi  yang sudah terkenal itu. Namanya <strong>moalla</strong>. Meski gayanya tidak begitu indah, menurut saya, kaligrafi ini sempat membuat saya penasaran karena gayanya yang &#8220;berani&#8221;, sekali waktu menabrak huruf satu dengan yang lainnya tanpa memedulikan ruang.</p>
<p>Lihatlah contoh di bawah ini. Ia seolah-oleh cabang-cabang pohon bambu yang berdesak-desakan di antara satu dengan yang lainnya. Warnanya yang kalem seolah-olah hanya sebuah bayang-bayang latar belakang bertekstur.</p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/maali-pandu.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-498" title="maali-pandu" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/maali-pandu-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
<p>Gaya moalla merupakan gaya yang &#8220;tidak standar&#8221; karena tidak masuk dalam buku panduan kaligrafi yang umum beredar, seperti buku kaligrafi paling monumental <em><strong>Qawaidul Khat Al-Arabi</strong></em> karya <strong>Hasyim Muhammad Al-Baghdadi</strong>. Meski tidak begitu terkenal, kaligrafi ini masih masuk dalam daftar jenis-jenis kaligrafi dalam wikipedia Arab, tergolong bagian kaligrafi jenis yang berkembang di Iran.</p>
<p><span id="more-497"></span></p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/12.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-499" title="12" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/12.jpg" alt="" width="130" height="292" /></a></p>
<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/2.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-500" title="2" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/11/2-249x300.gif" alt="" width="249" height="300" /></a></p>
<p>Dari literatur di internet, gaya ini hanya diperkenalkan oleh <a href="http://www.moala.net/biography.htm"><strong>Hamid Ajami</strong></a>, seorang kaligrafer kelahiran Teheran. Melalui <a href="http://www.moala.net/" target="_blank">websitenya</a>, <a href="http://www.moala.net/biography.htm">Hamid Ajami</a> menyertakan <a href="http://www.moala.net/gallery1.htm">contoh-contoh</a> kaligrafi jenis ini.</p>
<p>Dan tampaknya, dia merupakan satu-satunya yang melestarikan jenis ini. Tentang sejarah moalla sendiri dapat dibaca di <a href="http://www.moala.net/aboutmoalla.htm">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/11/kaligrafi-moalla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
