<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panduan Kaligrafi &#187; Kaligrafi Kuno</title>
	<atom:link href="http://www.panduankaligrafi.com/tag/kaligrafi-kuno/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panduankaligrafi.com</link>
	<description>Tempat belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 23:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tulisan Pinggir</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/09/tulisan-pinggir/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/09/tulisan-pinggir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 22:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Manuskrip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas bukan meniru-niru catatan Goenawan Mohamad yang terkenal di majalah Tempo itu, melainkan memang benar-benar tulisan yang berada di tepi. Entah dari mana tradisi ini, di kitab-kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren, sering saya dapati tulisan yang berada di pinggir (selain tulisan di kitab itu sendiri yang dibingkai dalam kotak).
Biasanya, tulisan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul di atas bukan meniru-niru catatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Goenawan_Mohamad" target="_blank">Goenawan Mohamad</a> yang terkenal di <a href="http://www.tempo.co.id/majalah/min/med-1.html" target="_blank">majalah Tempo</a> itu, melainkan memang benar-benar tulisan yang berada di tepi. Entah dari mana tradisi ini, di kitab-kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren, sering saya dapati tulisan yang berada di pinggir (selain tulisan di kitab itu sendiri yang dibingkai dalam kotak).</p>
<div id="attachment_211" class="wp-caption alignnone" style="width: 213px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/829-271-400.jpg"><img class="size-medium wp-image-211" title="829-271-400" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/829-271-400-203x300.jpg" alt="Di dalam kotak adalah tulisan kitab asli, sedangkan di luarnya berisi tulisan lain" width="203" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Di dalam kotak adalah tulisan kitab asli, sedangkan di luarnya berisi tulisan lain</p></div>
<p>Biasanya, tulisan yang berada di pinggir merupakan tulisan <em>khulasah</em> (ringkas). Sedangkan tulisan yang ditengah merupakan tulisan yang lebih luas. Dalam bahasa arab, tulisan yang di dalam kotak ini biasanya merupakan <strong>syarh </strong>(penjelasan).<br />
<span id="more-210"></span><br />
Seperti di kitab <strong>Tafsir Jalalain</strong> misalnya, dalam kitab yang tebal itu ternyata tidak hanya ada satu kitab saja, melainkan ada beberapa kitab yang berkaitan. Ada <strong>Asbabul Nuzul</strong>, sebuah kitab tentang sebab-sebab turun ayat. Ada juga <strong>Naskh-Mansukh</strong>, keterangan tentang ayat-ayat yang dihapus atau digantikan dengan yang baru.</p>
<p>Tulisan pinggir rupanya merupakan tradisi kuno di mana ketika ada tulisan yang tidak dimengerti, kemudian diberi penjelasan lagi di pinggirnya. Munkin karena dipandang efektif, cara penulisan ini kemudian menjadi cara pengembangan sebuah kitab. Seperti kitab fikih <strong>Taqrib </strong>yang begitu terkenal sebagai kitab ringkas, kemudian dikembangkan lagi menjadi kitab-kitab yang tebal setelah diberi penjelasan yang panjang. Menjadi fathul mu&#8217;in, fathul bari&#8217;, dan lain sebagainya (saya tidak hafal berapa jumlah kitab yang lahir dari sebuah kitab fikih ringkas ini).</p>
<p><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/830-240-400.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-212" title="830-240-400" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/830-240-400.jpg" alt="Ditulis dengan gaya farisi, menjalar dengan arah yang tidak jelas mana yang atas" /></a></p>
<p><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/828-500-423.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-213" title="828-500-423" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/828-500-423.jpg" alt="Lihatlah beberapa tulisan yang lembut di samping naskah" /></a></p>
<p>Cara unik ini kemudian berlanjut ke penerjemahan ke dalam bahasa jawa. <strong>Aksara jawi</strong>, yang ditulis dengan bahasa arab menggunakan bahasa lokal, turut menghiasi kitab-kitab kuning. Dari tempat yang sempit itu, kemudian berkembang huruf-huruf kecil lengkap dengan singkatan-singkatan. Khat riqah yang begitu terkenal kemudian berkembang menjadi lebih sederhana &#8211;menjadi khat apa saja yang sesuai penguasaan penulis. Cara yang cukup kuno ini ternyata juga masih berlangsung sampai sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/09/tulisan-pinggir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islamic Calligraphy di Wikipedia</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/09/islamic-calligraphy-di-wikipedia/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/09/islamic-calligraphy-di-wikipedia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 18:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Kuno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Semua tahu, kalau islamic calligraphy tentu adalah kaligrafi islam. Yang dimaksudkan adalah kaligrafi arab yang bertuliskan kata-kata dari khasanah islam &#8211;baik itu dari quran, hadist, maupun kata-kata hikmah dari para ulama. Kaligrafi islam merupakan penyebutan secara lebih spesifik (lebih khusus) dari kaligrafi yang mempunyai arti tulisan indah secara umum.
Namun agak aneh ketika saya mencari referensi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua tahu, kalau <strong>islamic calligraphy</strong> tentu adalah <a href="http://panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-islam/" target="_self">kaligrafi islam</a>. Yang dimaksudkan adalah kaligrafi arab yang bertuliskan kata-kata dari khasanah islam &#8211;baik itu dari quran, hadist, maupun kata-kata hikmah dari para ulama. <a href="http://panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-islam/">Kaligrafi islam</a> merupakan penyebutan secara lebih spesifik (lebih khusus) dari kaligrafi yang mempunyai arti tulisan indah secara umum.</p>
<p>Namun agak aneh ketika saya mencari referensi tentang kaligrafi di <a href="http://en.wikipedia.org" target="_blank">Wikipedia</a>. Di bagian <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_calligraphy#Calligraphic_scripts" target="_blank">kaligrafi islam</a>, justru saya mendapati contoh-contoh kaligrafi dari <a href="http://nechurchbeirut.org/cms/" target="_blank">gereja</a>. Berikut gambar yang saya tangkap dari wikipedia tersebut di bagian kaligrafi jenis kufi.</p>
<div id="attachment_203" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/cruch-calligraphyoke.jpg"><img class="size-medium wp-image-203" title="cruch-calligraphyoke" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/cruch-calligraphyoke-300x155.jpg" alt="Tangkapan screenshot dari wikipedia berbahasa inggris tentang kaligrafi islam" width="300" height="155" /></a><p class="wp-caption-text">Tangkapan screenshot dari wikipedia berbahasa inggris tentang kaligrafi islam</p></div>
<p><div id="attachment_204" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/cruch-calligraphy.jpg"><img src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/09/cruch-calligraphy-300x274.jpg" alt="Ada lambang salib-salib di antara kaligrafi" title="cruch-calligraphy" width="300" height="274" class="size-medium wp-image-204" /></a><p class="wp-caption-text">Ada lambang salib-salib di antara kaligrafi</p></div><br />
<span id="more-202"></span><br />
Adakah ini sebuah kesalahan? Atau sengaja <a href="http://panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-nasrani/">membaurkan kaligrafi</a>?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/09/islamic-calligraphy-di-wikipedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaligrafi Kuno</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-kuno/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-kuno/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 21:55:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Khat Musnad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, kita telah mengetahui perkembangan kaligrafi kuno (خط المسند) mulai dari bentuk goresan sederhana hingga menjadi jenis kufi. Para kaligrafer memaparkan ciri-ciri kaligrafi kuno sebagai berikut:

 Ditulis dari kanan ke kiri atau sebaliknya
 Ditulis secara terpisah, tidak terhubung
 Bentuk satu dengan yang lain seperti motif lantai
 Ada garis vertikal untuk memisahkan antar kata
 Ketika ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://panduankaligrafi.com/2008/08/transformasi-kaligrafi/">Sebelumnya</a>, kita telah mengetahui perkembangan kaligrafi kuno (خط المسند) mulai dari bentuk goresan sederhana hingga menjadi jenis kufi. Para kaligrafer memaparkan ciri-ciri kaligrafi kuno sebagai berikut:</p>
<ol>
<li> Ditulis dari kanan ke kiri atau sebaliknya</li>
<li> Ditulis secara terpisah, tidak terhubung</li>
<li> Bentuk satu dengan yang lain seperti motif lantai</li>
<li> Ada garis vertikal untuk memisahkan antar kata</li>
<li> Ketika ada penekanan ditulis berulang</li>
<li> Tidak ada titik, harakat, dan tanda baca</li>
<li> Mudah dipelajari untuk pemula.</li>
</ol>
<p>Lihatlah gambar dibawah:</p>
<div id="attachment_169" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/musnad-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-169" title="musnad-2" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/musnad-2-300x263.jpg" alt="Alfabet" width="300" height="263" /></a><p class="wp-caption-text">Alfabet</p></div>
<div id="attachment_170" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/musnad-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-170" title="musnad-3" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/musnad-3-300x252.jpg" alt="Contoh kalimat di atas batu" width="300" height="252" /></a><p class="wp-caption-text">Contoh kalimat di atas batu</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/kaligrafi-kuno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transformasi Kaligrafi Kuno</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/transformasi-kaligrafi/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/transformasi-kaligrafi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 20:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Kufi]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Kaligrafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Transformasi kaligrafi berasal dari huruf kuno, lihatlah perkembangan huruf dari corak kuno di bawah ini:

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Transformasi kaligrafi berasal dari huruf kuno, lihatlah perkembangan huruf dari corak kuno di bawah ini:</p>
<div id="attachment_141" class="wp-caption alignnone" style="width: 237px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/01khatarabi1.jpg"><img class="size-medium wp-image-141" title="01khatarabi1" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/01khatarabi1-227x300.jpg" alt="Daftar Huruf kuno, sayangnya tidak begitu kelihatan jelas" width="227" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Daftar Huruf kuno, sayangnya tidak begitu kelihatan jelas</p></div>
<div id="attachment_142" class="wp-caption alignnone" style="width: 219px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/02khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-142" title="02khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/02khatarabi.jpg" alt="Sobekan kecil huruf-huruf" width="209" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sobekan kecil huruf-huruf</p></div>
<div id="attachment_143" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/03khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-143" title="03khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/03khatarabi.jpg" alt="Goresan pada batu. Lihat huruf-hurufnya, belum seperti sekarang" width="150" height="292" /></a><p class="wp-caption-text">Goresan pada batu. Lihat huruf-hurufnya, belum seperti sekarang</p></div>
<div id="attachment_144" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/04khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-144" title="04khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/04khatarabi-300x113.jpg" alt="Tidak lagi di batu. Tulisannya lembut tidak begitu jelas terbaca :(" width="300" height="113" /></a><p class="wp-caption-text">Tulisannya lembut tidak begitu jelas terbaca :(</p></div>
<p><span id="more-139"></span></p>
<div id="attachment_145" class="wp-caption alignnone" style="width: 209px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/05khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-145" title="05khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/05khatarabi.jpg" alt="Huruf terpotong-potong" width="199" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Huruf terpotong-potong</p></div>
<div id="attachment_146" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/06khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-146" title="06khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/06khatarabi.jpg" alt="Sama seperti sebelumnya, huruf-huruf masih berpisah seperti huruf latin" width="150" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Sama seperti sebelumnya, huruf-huruf masih berpisah seperti huruf latin</p></div>
<div id="attachment_147" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/07khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-147" title="07khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/07khatarabi.jpg" alt="bagian dari transformasi" width="150" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">bagian dari transformasi</p></div>
<a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/08khatarabi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-148" title="08khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/08khatarabi-146x300.jpg" alt="" width="146" height="300" /></a>
<div id="attachment_149" class="wp-caption alignnone" style="width: 247px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/09khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-149" title="09khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/09khatarabi.jpg" alt="mulai terangkai, tapi masih pisah-pisah" width="237" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Mulai terangkai, tapi masih pisah-pisah</p></div>
<div id="attachment_150" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/10khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-150" title="10khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/10khatarabi-300x146.jpg" alt="Bisa membaca?" width="300" height="146" /></a><p class="wp-caption-text">Bisa membaca?</p></div>
<div id="attachment_151" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/11khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-151" title="11khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/11khatarabi-300x75.jpg" alt="Mulai terlihat jelas" width="300" height="75" /></a><p class="wp-caption-text">Mulai terlihat jelas</p></div>
<div id="attachment_152" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/12khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-152" title="12khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/12khatarabi-300x144.jpg" alt="Ah, sepertinya kembali berpisah-pisah" width="300" height="144" /></a><p class="wp-caption-text">Ah, sepertinya kembali berpisah-pisah</p></div>
<div id="attachment_153" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/13khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-153" title="13khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/13khatarabi-300x141.jpg" alt="Ah, gak kelihatan jelas" width="300" height="141" /></a><p class="wp-caption-text">Ah, gak kelihatan jelas</p></div>
<div id="attachment_154" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/14khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-154" title="14khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/14khatarabi-300x148.jpg" alt="Sudah terangkai, namun juga sulit dibaca" width="300" height="148" /></a><p class="wp-caption-text">Sudah terangkai, namun juga sulit dibaca</p></div>
<div id="attachment_155" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/15khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-155" title="15khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/15khatarabi-300x61.jpg" alt="Tertulis di benda keras seperti batu" width="300" height="61" /></a><p class="wp-caption-text">Tertulis di benda keras seperti batu</p></div>
<div id="attachment_156" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/16khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-156" title="16khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/16khatarabi-300x147.jpg" alt="Terlihat seperti gaya kufi kuno" width="300" height="147" /></a><p class="wp-caption-text">Terlihat seperti gaya kufi kuno</p></div>
<div id="attachment_157" class="wp-caption alignnone" style="width: 210px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/17khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-157" title="17khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/17khatarabi.jpg" alt="Terbaca ada kalimat tahlil di sana" width="200" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Terbaca ada kalimat tahlil di sana</p></div>
<div id="attachment_158" class="wp-caption alignnone" style="width: 210px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/18khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-158" title="18khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/18khatarabi.jpg" alt="Tertulis di atas kayu. Sayang begitu kecil sehingga tidak terlihat detailnya" width="200" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Tertulis di atas kayu. Sayang begitu kecil sehingga tidak terlihat detailnya</p></div>
<div id="attachment_159" class="wp-caption alignnone" style="width: 177px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/19khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-159" title="19khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/19khatarabi.jpg" alt="Goresan di kayu" width="167" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Goresan di kayu</p></div>
<div id="attachment_160" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/20khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-160" title="20khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/20khatarabi-300x51.jpg" alt="Terlihat di cuilan kertas" width="300" height="51" /></a><p class="wp-caption-text">Terlihat di cuilan kertas</p></div>
<div id="attachment_161" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/21khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-161" title="21khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/21khatarabi.jpg" alt="Kertasnya rusak termakan usia" width="150" height="194" /></a><p class="wp-caption-text">Kertasnya rusak termakan usia</p></div>
<div id="attachment_162" class="wp-caption alignnone" style="width: 163px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/22khatarabi.jpg"><img class="size-medium wp-image-162" title="22khatarabi" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/22khatarabi.jpg" alt="Gaya kufi kuno yang sudah lebih cantik" width="153" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Gaya kufi kuno yang sudah lebih </p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/transformasi-kaligrafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
