<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panduan Kaligrafi &#187; Logo Unilever</title>
	<atom:link href="http://www.panduankaligrafi.com/tag/logo-unilever/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panduankaligrafi.com</link>
	<description>Tempat belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 23:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Coca-cola Menistakan Muhammad?</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/coca-cola-menistakan-muhammad/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/coca-cola-menistakan-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 23:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Logo Coca-Cola]]></category>
		<category><![CDATA[Logo Unilever]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda pernah menerima email berantai dengan gambar di bawah ini, disertai dengan imbauan untuk tidak memberi produk &#8220;kafir&#8221;?

Mungkin ini mirip dengan kasus logo Unilever yang pernah menjadi topik bahasan dalam Panduan Kaligrafi beberapa bulan lalu karena &#8220;diduga&#8221; memuat kalimat subhanallah.
Topik-topik semacam ini kerap terjadi dan meramaikan dunia blog karena beredar melalui email berantai. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin Anda pernah menerima email berantai dengan gambar di bawah ini, disertai dengan imbauan untuk tidak memberi produk &#8220;kafir&#8221;?</p>
<div class="captionfull"><img class="alignnone size-full wp-image-639" title="cocacola_logo" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/12/cocacola_logo.png" alt="cocacola_logo" width="163" height="320" /></div>
<p>Mungkin ini mirip dengan kasus logo <a href="http://www.unilever.com/">Unilever</a> yang pernah <a href="http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/tak-ada-subhanallah-di-logo-unilever/">menjadi topik bahasan dalam Panduan Kaligrafi beberapa bulan lalu karena &#8220;diduga&#8221; memuat kalimat subhanallah</a>.</p>
<p>Topik-topik semacam ini kerap terjadi dan meramaikan dunia blog karena beredar melalui email berantai. Tak heran kemudian muncul berbagai posting yang <a href="http://qotrunnada.wordpress.com/2008/08/11/logo-coca-cola/" target="_blank">menanyakan</a>, bahkan <a href="http://secretsocieties.wordpress.com/2008/11/30/penistaan-nabi-muhammad-ala-coca-cola/">mempercayai begitu saja</a>. Parahnya, kemudian isu ini dipanas-panasi dan akhirnya menjadi semacam permusuhan antara Islam dan Barat. &#8220;Boikot produk Amerika!&#8221; kata mereka.</p>
<p>Akibat informasi semacam ini, salah satu teman saya sampai sekarang tidak pernah meminum Coca-Cola. Bayangkan!</p>
<p>Secara pribadi memang sah-sah saja seseorang tidak memakan atau mengonsumsi sebuah produk. Apalagi dia tahu kalau memang produk itu benar-benar haram karena terbuat dari zat yang mengandung babi, misalnya. Namun, saya rasa kurang bijak jika &#8220;mengharamkan&#8221; sebuah makanan/minuman yang nyata-nyata boleh untuk dimakan/diminum.</p>
<p>Transformasi &#8220;<em>Laa Muhammad, Laa Makkah</em>&#8221; yang diartikan sebagai &#8220;<em>No Mohammed, No Mecca</em>&#8221; memang perlu dicermati. Apalagi kemudian seperti disengaja untuk dicari-cari dengan mem-<em>flip</em> (membalik) gambar, padahal aslinya memang tidak dalam kondisi terbalik. (Terkecuali memang <strong>ambigram </strong>yang memang bisa dibaca dari belakang)</p>
<p>Jika memang melihat transformasi di atas, memang natural banget perubahannya karena kita sudah melihat hasilnya akan terbaca: <em>laa Muhammad, laa Makkah</em>. Namun jika belum terbayang dalam pikiran kita, saya rasa orang yang <em>ngerti </em>huruf Arab pun akan tidak <em>ngerti</em> bagaimana bacaannya. <strong>[Lihat gambar pada tumpukan 2 di atas]</strong></p>
<p>Nah, pada gambar tiga, rupanya ada sedikit upaya untuk &#8220;memodifikasi&#8221; hingga nantinya akan terbaca sebagai apa yang telah ditujukan: <em>laa Muhammad&#8230;</em> Hal ini terlihat dari pemunculan huruf &#8220;dal&#8221; yang seharusnya tidak ada (dalam logo coca-cola adalah penghubung).</p>
<p>Lantas, apakah kita pernah melihat huruf &#8220;laa&#8221; (yang artinya tidak) harus berdiri tunggal tanpa seorang teman (yakni <em>alif</em> panjang)?</p>
<p>Dari sini sudah bisa terjawab judul posting di atas, apakah benar ada penistaan atau tidak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/12/coca-cola-menistakan-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Ada &#8220;Subhanallah&#8221; di Logo Unilever</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/tak-ada-subhanallah-di-logo-unilever/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/tak-ada-subhanallah-di-logo-unilever/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 22:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Logo Unilever]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Logo]]></category>
		<category><![CDATA[Subhanallah di Logo Unilever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Ini kasus lama. Namun belum ada yang membahas. Ahmad Raf’ie, alumnus Teknik Elektro UGM, pernah ditanyai adik binaannya bawa ada tulisan kaligrafi &#8220;subhanallah&#8221; di logo Unilever. Pasalnya, logo ini selalu muncul di setiap produknya, baik itu berupa shampo maupun yang lain. Logikanya, shampo pasti ditempatkan di tempat mandi. &#8220;Bagaimana hukumnya?&#8221; adik binaannya bertanya.
&#8220;Benarkah ada tulisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kasus lama. Namun belum ada yang membahas. Ahmad Raf’ie, alumnus Teknik Elektro UGM, pernah ditanyai adik binaannya bawa ada tulisan kaligrafi &#8220;subhanallah&#8221; di logo Unilever. Pasalnya, logo ini selalu muncul di setiap produknya, baik itu berupa shampo maupun yang lain. Logikanya, shampo pasti ditempatkan di tempat mandi. &#8220;Bagaimana hukumnya?&#8221; adik binaannya bertanya.</p>
<p>&#8220;Benarkah ada tulisan kaligrafi subhanallah di logo itu?&#8221; Ahmad Raf&#8217;ie memposting <a href="http://raf03.web.id/kaligrafi-subhanallah-di-logo-unilever/2007/10/29/" target="_blank">pertanyaan ini</a> dengan memperlihatkan area yang dimaksud kaligrafi bertuliskan &#8220;subhanallah&#8221;.</p>
<p><div id="attachment_105" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/unilever.gif"><img class="size-thumbnail wp-image-105" title="unilever" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/unilever-150x150.gif" alt="logo unilever" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">logo unilever</p></div><br />
<span id="more-104"></span><br />
Ketika logo tersebut tidak ditandai merah, saya yakin semua tidak akan berpikir bahwa ada tulisan di sana. &#8220;Tulisan&#8221; itu timbul berkat mengamati secara cermat serta membolakbalikkan posisi yang tepat bagaimanakah objek itu bisa terbaca. Gamblangnya, si pengamat memang ada usaha untuk membaca.</p>
<p>Sekilas, memang ada bentuk yang menyerupai kalimat. Orang yang biasa dengan tulisan Arab tangan (apalagi tulisan &#8220;ala ustad&#8221; di papan tulis) mencoba mengidentifikasi bentuk tersebut dan mengasosiasikannya: Ada dua lengkung awal seperti huruf sin, kemudian menjulur ke bawah seperti ha, dan menjulur ke atas seperti alif. Di tambah dua garis belakang dan segitiga menyerupai bentuk lafad jalalah.</p>
<p>Kemudian, setelah pengasosiasian selesai, si pengamat berkesimpulan &#8220;itu tulisan subhanallah&#8221; sebagaimana dia baca.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan: Benarkah di logo unilever ada tulisan subhanallah?</p>
<p>Mari kita bahas&#8230;</p>
<p>Seseorang tidak memerlukan detail huruf untuk membaca. Ini terbukti ketika tulsian dbaliok-bailk, seseorang tidak akan kesulitan untuk membaca huruf. Ketika mengamati objek yang samar seperti tulisan pun, seseorang kadang masih juga bisa membaca. Caranya dengan membuat pendekatan, berasosiasi. Dalam kasus logo unilever, si pengamat menggunakan metode ini. Sekilas pengamat akan seperti menemukan sebuah huruf arab yang dirangkai.</p>
<p>Mari kita lihat secara satu per satu. Adakah huruf sin? Mungkin ada huruf sin awal. Adakah huruf ba? Tidak ada. Adakah huruf ha? Ada meski tidak sempurna dan tidak terbaca. Adakah alif mad? Ada. Adakah huruf nun? Tidak ada.</p>
<p>Dari mana bisa membaca, padahal untuk membaca &#8220;subhanallah&#8221; diperlukan huruf sin, ba, ha, alif, nun&#8230; dan seterusnya? Maka, di sini saya berkesimpulan bahwa tidak ada kaligrafi &#8220;subhanallah&#8221; di logo Unilever. Meski sekilas terbaca seperti itu, namun itu hanya sebuah asosiasi, bukan tulisan sebenarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/tak-ada-subhanallah-di-logo-unilever/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
