<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panduan Kaligrafi &#187; Membaca Logo</title>
	<atom:link href="http://www.panduankaligrafi.com/tag/membaca-logo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panduankaligrafi.com</link>
	<description>Tempat belajar kaligrafi, contoh-contoh, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 23:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Logo Panduan Kaligrafi</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/logo-panduan-kaligrafi/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/logo-panduan-kaligrafi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 21:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengantar]]></category>
		<category><![CDATA[Logo]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Logo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panduankaligrafi.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda melihat ke atas blog Panduan Kaligrafi ini, maka ada yang berubah di sana. Saya mencoba membuatkan logo yang sederhana. Tidak itu saja, ada juga gambar logo di favicon sebelah kiri url, tempat Anda mengetik alamat pada browser, menggantikan faicon jelek bergambar wajah seseorang :D
Logo untuk sebuah blog, sebagian ada yang bilang penting. Namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/10/pklogo.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-458" title="pklogo" src="http://www.panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/10/pklogo.jpg" alt="" width="129" height="129" /></a>Jika Anda melihat ke atas blog P<a title="panduan kaligrafi" href="http://panduankaligrafi.com" target="_self">anduan Kaligrafi</a> ini, maka ada yang berubah di sana. Saya mencoba membuatkan logo yang sederhana. Tidak itu saja, ada juga gambar logo di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Favicon" target="_blank">favicon</a> sebelah kiri url, tempat Anda mengetik alamat pada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Browser" target="_blank"><em>browser</em></a>, menggantikan faicon jelek bergambar wajah seseorang :D</p>
<p>Logo untuk sebuah blog, sebagian ada yang bilang penting. Namun sebagian tidak. Penting atau tidak, sebenarnya saya hanya tergoda dengan blog tetangga yang menggunakan sebuah logo cantik. Di blog tetangga itu juga menggunakan pertukaran taut yang bisa digunakan siapa saja. &#8220;Saya kok pengen juga. Terlebih fungsinya adalah media promosi sehingga blog makin terkenal&#8230;&#8221; kata saya dalam hati. Dengan hanya menempelkan logo pada karyanya, kemudian ada alamat blog, sepertinya cantik untuk disebarkan. Terlebih, saya kira ada banyak pencinta kaligrafi di tanah air yang sudi memperkenalkan blog ini.</p>
<p>Apa makna logo <a href="http://panduankaligrafi.com" target="_self">Panduan Kaligrafi</a> ini? Kelihatannya seperti sebuah kaligrafi, apakah juga bisa dibaca?<span id="more-457"></span></p>
<p>Sebagaimana ciri khas logo, saya mencoba menggambungkan dua huruf &#8220;P&#8221; dan &#8220;K&#8221; yang merupakan kependekan dari Panduan Kaligrafi. Meski tidak mirip benar, ini cuma hasil modifikasi agar tidak meninggalkan ciri khas kaligrafi. Dengan dua titik di atas &#8220;P&#8221;, huruf ini terlihat seperti huruf qaf apabila semuanya dicerminkan (huruf dibalik).</p>
<p>Meski tidak sengaja, seya seperti membaca &#8220;qalam&#8221; &#8211;dengan me-<em>mirror</em>-kan&#8211; meski tidak ada huruf mim di sana. Ah, sekadar mencocok-cocokkan. Qalam, sebenarnya memiliki arti bagus bagi para pencinta kaligrafi. Qalam mempunyai arti pena adalah bagian penting yang tidak bisa dipisahkan begitu saja dengan kaligrafi. Namun apa pun itu, sejatinya ini hanyalah sebuah logo. Dari sana tercermin akan blog ini. Apapun cara membaca mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/10/logo-panduan-kaligrafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Ada &#8220;Subhanallah&#8221; di Logo Unilever</title>
		<link>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/tak-ada-subhanallah-di-logo-unilever/</link>
		<comments>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/tak-ada-subhanallah-di-logo-unilever/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 22:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aly Imron</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Logo Unilever]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Logo]]></category>
		<category><![CDATA[Subhanallah di Logo Unilever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://panduankaligrafi.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Ini kasus lama. Namun belum ada yang membahas. Ahmad Raf’ie, alumnus Teknik Elektro UGM, pernah ditanyai adik binaannya bawa ada tulisan kaligrafi &#8220;subhanallah&#8221; di logo Unilever. Pasalnya, logo ini selalu muncul di setiap produknya, baik itu berupa shampo maupun yang lain. Logikanya, shampo pasti ditempatkan di tempat mandi. &#8220;Bagaimana hukumnya?&#8221; adik binaannya bertanya.
&#8220;Benarkah ada tulisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kasus lama. Namun belum ada yang membahas. Ahmad Raf’ie, alumnus Teknik Elektro UGM, pernah ditanyai adik binaannya bawa ada tulisan kaligrafi &#8220;subhanallah&#8221; di logo Unilever. Pasalnya, logo ini selalu muncul di setiap produknya, baik itu berupa shampo maupun yang lain. Logikanya, shampo pasti ditempatkan di tempat mandi. &#8220;Bagaimana hukumnya?&#8221; adik binaannya bertanya.</p>
<p>&#8220;Benarkah ada tulisan kaligrafi subhanallah di logo itu?&#8221; Ahmad Raf&#8217;ie memposting <a href="http://raf03.web.id/kaligrafi-subhanallah-di-logo-unilever/2007/10/29/" target="_blank">pertanyaan ini</a> dengan memperlihatkan area yang dimaksud kaligrafi bertuliskan &#8220;subhanallah&#8221;.</p>
<p><div id="attachment_105" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/unilever.gif"><img class="size-thumbnail wp-image-105" title="unilever" src="http://panduankaligrafi.com/wp-content/uploads/2008/08/unilever-150x150.gif" alt="logo unilever" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">logo unilever</p></div><br />
<span id="more-104"></span><br />
Ketika logo tersebut tidak ditandai merah, saya yakin semua tidak akan berpikir bahwa ada tulisan di sana. &#8220;Tulisan&#8221; itu timbul berkat mengamati secara cermat serta membolakbalikkan posisi yang tepat bagaimanakah objek itu bisa terbaca. Gamblangnya, si pengamat memang ada usaha untuk membaca.</p>
<p>Sekilas, memang ada bentuk yang menyerupai kalimat. Orang yang biasa dengan tulisan Arab tangan (apalagi tulisan &#8220;ala ustad&#8221; di papan tulis) mencoba mengidentifikasi bentuk tersebut dan mengasosiasikannya: Ada dua lengkung awal seperti huruf sin, kemudian menjulur ke bawah seperti ha, dan menjulur ke atas seperti alif. Di tambah dua garis belakang dan segitiga menyerupai bentuk lafad jalalah.</p>
<p>Kemudian, setelah pengasosiasian selesai, si pengamat berkesimpulan &#8220;itu tulisan subhanallah&#8221; sebagaimana dia baca.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan: Benarkah di logo unilever ada tulisan subhanallah?</p>
<p>Mari kita bahas&#8230;</p>
<p>Seseorang tidak memerlukan detail huruf untuk membaca. Ini terbukti ketika tulsian dbaliok-bailk, seseorang tidak akan kesulitan untuk membaca huruf. Ketika mengamati objek yang samar seperti tulisan pun, seseorang kadang masih juga bisa membaca. Caranya dengan membuat pendekatan, berasosiasi. Dalam kasus logo unilever, si pengamat menggunakan metode ini. Sekilas pengamat akan seperti menemukan sebuah huruf arab yang dirangkai.</p>
<p>Mari kita lihat secara satu per satu. Adakah huruf sin? Mungkin ada huruf sin awal. Adakah huruf ba? Tidak ada. Adakah huruf ha? Ada meski tidak sempurna dan tidak terbaca. Adakah alif mad? Ada. Adakah huruf nun? Tidak ada.</p>
<p>Dari mana bisa membaca, padahal untuk membaca &#8220;subhanallah&#8221; diperlukan huruf sin, ba, ha, alif, nun&#8230; dan seterusnya? Maka, di sini saya berkesimpulan bahwa tidak ada kaligrafi &#8220;subhanallah&#8221; di logo Unilever. Meski sekilas terbaca seperti itu, namun itu hanya sebuah asosiasi, bukan tulisan sebenarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panduankaligrafi.com/2008/08/tak-ada-subhanallah-di-logo-unilever/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
